Microsoft patenkan perangkat multi-layar
Selasa, 31 Juli 2018 9:11 WIB
Microsoft mengantongi paten untuk perangkat multi-layar. Paten ini berjudul "Panggilan video tiga-arah pada perangkat multi-layar berengsel," dan menurut paten, mencakup perangkat berengsel ganda pada prosesor dan akselerometer. (freepatentsonline.com)
Jakarta (Antaranews Jateng) - Microsoft mengantongi paten untuk perangkat multi-layar.
Paten ini berjudul "Panggilan video tiga-arah pada perangkat multi-layar berengsel," dan menurut paten, mencakup perangkat berengsel ganda pada prosesor dan akselerometer.
Setiap bagian dilengkapi dengan kamera dan layar. Dalam kondisi tertentu, kedua layar akan menampilkan gambar dari kamera kedua, dan dari perangkat jarak jauh.
Pengguna dapat berinteraksi dengan perangkat dalam berbagai cara, termasuk secara vertikal (mode potret).
Layar utama atau sekunder dapat diatur untuk muncul langsung di depan pengguna. Paten mencatat bahwa ada "posisi dan orientasi lain."
Paten membahas situasi di mana "kemungkinan sulit bagi pengguna di ruang fisik yang sama untuk menjadi bagian dari video call ketika mereka tidak berdekatan, terutama ketika ada tiga atau lebih peserta."
Tidak hanya itu, paten juga menyebutkan bahwa "sulit untuk mengetahui apakah pengguna berada dalam bingkai kamera yang merekamnya."
Paten itu diresmikan pada awal bulan ini dan ditetapkan dengan nomor US 10,015,442, demikian dilansir dari Phone Arena.
Paten ini berjudul "Panggilan video tiga-arah pada perangkat multi-layar berengsel," dan menurut paten, mencakup perangkat berengsel ganda pada prosesor dan akselerometer.
Setiap bagian dilengkapi dengan kamera dan layar. Dalam kondisi tertentu, kedua layar akan menampilkan gambar dari kamera kedua, dan dari perangkat jarak jauh.
Pengguna dapat berinteraksi dengan perangkat dalam berbagai cara, termasuk secara vertikal (mode potret).
Layar utama atau sekunder dapat diatur untuk muncul langsung di depan pengguna. Paten mencatat bahwa ada "posisi dan orientasi lain."
Paten membahas situasi di mana "kemungkinan sulit bagi pengguna di ruang fisik yang sama untuk menjadi bagian dari video call ketika mereka tidak berdekatan, terutama ketika ada tiga atau lebih peserta."
Tidak hanya itu, paten juga menyebutkan bahwa "sulit untuk mengetahui apakah pengguna berada dalam bingkai kamera yang merekamnya."
Paten itu diresmikan pada awal bulan ini dan ditetapkan dengan nomor US 10,015,442, demikian dilansir dari Phone Arena.
Pewarta : ANTARANEWS
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim mahasiswa UMS raih hibah Innovillage, kembangkan karpet terapi multi-tema untuk anak disabilitas
19 December 2025 16:23 WIB
PLN gelar Multi Stakeholder Forum di 13 kota/kabupaten se-Jateng-DIY
10 September 2023 9:13 WIB, 2023
Tingkatkan literasi digital, tiket.com gelar "Multi-Stakeholder Forum 2023" di Semarang
08 June 2023 21:28 WIB, 2023
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB