Temanggung (Antaranews Jateng) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memasuki musim kemarau ini telah mendistribusikan bantuan air bersih ke tiga dusun.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi di Temanggung, Jumat, menyebutkan ketiga dusun tersebut, yakni Dusun Kalimangis Kecamatan Kaloran, Dusun Karto Margo Mulyo dan Dusun Karang Tengah Desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan.

Ia menuturkan sejak pertengahan Juni 2018 BPBD sudah mengirimkan bantuan air bersih ke tiga Dusun tersebut, karena warga kesulitan mendapatkan air bersih.

"Begitu kami mendapatkan laporan dari ketiga dusun itu, kami langsung melakukan survei dan ternyata benar ketiga dusun itu memang sudah mengalami kekurangan air bersih. Jadi saat itu juga kami langsung mengirimkan bantuan air bersih," katanya.

Menurut dia hingga awal Juli 2018, baru tiga dusun di dua kecamatan tersebut yang melaporkan telah mengalami kekurangan air bersih. Tiga dusun ini setiap tahun memang selalu mengalami kekurangan air bersih.

"Hampir setiap tahun ketiga dusun tersebut mengalami kesulitan air bersih saat kemarau, karena memang berada di daerah perbukitan yang kondisinya tidak seperti daerah lain di Temanggung," katanya.

Ia mengatakan beberapa hari lalu ada desa yang mengajukan bantuan air bersih, namun setelah dilakukan survei ternyata di desa itu masih ada mata air yang bisa dimanfaatkan oleh warga.

"Bukannya kami tidak mau memberikan bantuan, namun bantuan air bersih ini kami utamakan ke Desa yang sudah benar-benar membutuhkan atau memang dalam kondisi sangat darurat," katanya.

Berdasarkan pemetakan yang dilakukan oleh BPBD Temanggung, katanya tahun ini ada empat kecamatan yang dianggap rawan kekurangan air bersih, yakni Kecamatan Kandangan, Kaloran, Pringsurat, dan Kecamatan Kranggan.

Berdasarkan prakiraan dari BMKG Semarang, katanya puncak kemarau tahun ini akan terjadi pada Agustus hingga September, oleh karena itu masyarakat diminta untuk lebih menghemat air.

"Sekarang memang sudah memasuki musim kemarau, tetapi belum puncaknya," katanya.  

Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026