Kendal (Antaranews Jateng) - Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah mengungkapkan di provinsi itu terdapat sekitar enam ribu pesantren namun kurang mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah provinsi selama ini.

"Jawa Tengah ini basisnya pesantren tapi justru tidak dikenal sebagai provinsi santri," kata Ida di sela mengikuti khataman Quran di Pondok Pesantren Al Fadlu Wal Fadhilah, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin.

Di Jawa Tengah tercatat sekitar enam ribu pesantren dengan satu juta santri.

Selain itu, terdapat 12 ribu madrasah diniyah yang tersebar di berbagai daerah.

Ia menyebut pusat-pusat pendidikan berbasis keagamaan itu dibiarkan bekerja sendiri mencerdaskan anak bangsa tanpa ada apresiasi dari pemerintah daerah.

Padahal, lanjut dia, penguatan dalam upaya membangun sumber daya manusia itu cukup penting dalam pembangunan.

Ida bersama Calon Gubernur Sudirman Said menegaskan komitmennya untuk memberikan apresiasi kepada pondok pesantren bersama lembaga pendidikan berbasis agama lainnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi Jawa Tengah ke depan.

Mantan Ketua Umum Fatayat NU itu, juga menceritakan pernah belajar sebagai santri di pondok yang diasuh K.H. Dimyati Rois tersebut.

Sebagai santri, Ida memohon doa restu untuk maju dalam Pilgub 2018 bersama dengan mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

Dalam khataman Quran tersebut, Kiai Dimyati memberikan restu untuk pencalonan Ida tersebut.

"Semoga karena Allah, Bu Ida menjadi wakil gubernur," katanya.

Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Zuhdiar Laeis
Copyright © ANTARA 2026