Pemkab Pekalongan bakal perluas lahan mina padi
Kamis, 15 Maret 2018 11:50 WIB
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi meninhau lahan mina padi di Kedungwuni. (Foto: Kutnadi)
Pekalongan (Antaranews Jateng) - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berencana memperluas pengembangan lahan program mina padi sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi para petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Siswanto di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa program mina padi yang ditanam adalah tanaman organik dan ikan yang disebar jenis ikan nila dengan ketersediaan air yang cukup.
"Saat ini ada sekitar 15 ribu hektare dari 24 ribu hektare lahan sawah di Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni, yang potensial dikembangkan mina padi," katanya.
Menurut dia, selain akan meningkatkan ekonomi para petani, program mina padi bertujuan untuk mengoptimalkan kondisi lahan sawah yang ada di daerah setempat.
Jika dihitung estimasi pendapatan dari 35 ribu bibit ikan yang disebar di lahan sawah, kata dia, dapat menghasilkan sekitar 3 kuintal ikan tawar.
"Kalau ikan itu dijual Rp15 ribu per kilogram, akan mendapatkan hasil Rp4,5 juta. Itu dari hasil penjualan ikan saja, belum ditambah padi organik yang harganya cukup tinggi pula di pasaran," katanya.
Ia mengatakan kelebihan program mina padi juga dalam penggunaan pupuk minimalis karena pada sawah regular untuk tanaman padi seluas 7 hektare hanya membutuhkan pupuk 40 kilogram atau lebih rendah dibanding nonmina padi yang mampu mencapai 200 kilogram.
"Mina padi merupakan sistem simboisis mutualisma yaitu saling menguntungkan antara tanaman padi dengan ikan karena berbagai hama juga dimakan oleh ikan," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Siswanto di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa program mina padi yang ditanam adalah tanaman organik dan ikan yang disebar jenis ikan nila dengan ketersediaan air yang cukup.
"Saat ini ada sekitar 15 ribu hektare dari 24 ribu hektare lahan sawah di Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni, yang potensial dikembangkan mina padi," katanya.
Menurut dia, selain akan meningkatkan ekonomi para petani, program mina padi bertujuan untuk mengoptimalkan kondisi lahan sawah yang ada di daerah setempat.
Jika dihitung estimasi pendapatan dari 35 ribu bibit ikan yang disebar di lahan sawah, kata dia, dapat menghasilkan sekitar 3 kuintal ikan tawar.
"Kalau ikan itu dijual Rp15 ribu per kilogram, akan mendapatkan hasil Rp4,5 juta. Itu dari hasil penjualan ikan saja, belum ditambah padi organik yang harganya cukup tinggi pula di pasaran," katanya.
Ia mengatakan kelebihan program mina padi juga dalam penggunaan pupuk minimalis karena pada sawah regular untuk tanaman padi seluas 7 hektare hanya membutuhkan pupuk 40 kilogram atau lebih rendah dibanding nonmina padi yang mampu mencapai 200 kilogram.
"Mina padi merupakan sistem simboisis mutualisma yaitu saling menguntungkan antara tanaman padi dengan ikan karena berbagai hama juga dimakan oleh ikan," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Inovasi-kreativitas optimalkan pemanfaatan lahan pertanian di Kota Magelang
28 September 2019 16:23 WIB, 2019
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Presiden tegaskan perlunya transformasi ekonomi nasional berdasarkan Pancasila
01 June 2026 11:53 WIB
Kinerja keuangan kokoh, likuiditas dan permodalan BRI terjaga di level memadai
29 May 2026 17:19 WIB