Sudirman Said programkan sekolah pamong desa
Sabtu, 17 Februari 2018 15:03 WIB
Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyampaikan visi misi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng di Daun Mas Resto Temanggung yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Antargereja Kristen dan Forum Lintas Iman Kabupaten Temanggung. (Heru Suyitno)
Temanggung (Antaranews Jateng) - Calon gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 Sudirman Said memprogramkan sekolah pamong desa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi perangkat desa.
"Sekolah pamong desa saya yakini sesuatu yang akan berdampak besar karena ketika kami bicara dengan perangkat desa, mereka menyambut dengan baik," katanya di Temanggung, Sabtu.
Ia menyampaikan hal tersebut usai menyampaikan visi misi calon gubernur dan wagub yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Antargereja Kristen dan Forum Lintas Iman Kabupaten Temanggung.
Untuk menjadi camat mereka ada pendidikan di STPDN dan untuk menjadi polisi juga ada sekolahnya. Namun untuk menjadi seorang perangkat desa selama ini belum ada tempat pendidikannya.
Secara pendidikan namanya juga di desa pasti tidak sebaik teman-teman di kota, tetapi tugasnya sebenarnya cukup berat oleh karena itu perlu membekali atau perlu memperkuat mereka dengan kemampuan administrasi, manajerial, dan kepemimpinan.
"Walaupun kecil sebenarnya mereka punya proyek, maka menejemen proyek mesti diberikan kepada mereka termasuk soal kontrol atau pengawasan karena kepala desa memang menjadi ujung tombak dari pembangunan," katanya.
Ia mengatakan kepala desa diberi tanggung jawab dana cukup besar, tetapi kemudian ujungnya sering terpeleset dan sebagian besar dari mereka itu bukan niat untuk korupsi tetapi karena kealpaan administrasi.
Menurut dia sekolah npamong desa anggarannya nanti disiapkan oleh provinsi, kalau kurang bisa minta bantuan pemerintah pusat karena punya kesempatan untuk mengusulkan.
"Cara masuknya kita buat perda yang mewajibkan setiap perangkat desa terpilih atau diangkat harus masuk ke dalam program pelatihan dulu, saya rasa tidak akan ada yang menolak ini karena memang sesuatu yang mereka butuhkan," katanya.
Ia menuturkan bagaimana perangkat desa yang menjadi ujung tombak pembangunan itu mendapat bekal atau hal-hal yang sifatnya praktis. Setelah itu bisa membuat pelatihan lanjutan. Tidak usah lama-lama, misalnya tiga bulan saja diberi segala macam keterampilan dasar pasti akan membawa perubahan besar bagi mereka.
"Sekolah pamong desa saya yakini sesuatu yang akan berdampak besar karena ketika kami bicara dengan perangkat desa, mereka menyambut dengan baik," katanya di Temanggung, Sabtu.
Ia menyampaikan hal tersebut usai menyampaikan visi misi calon gubernur dan wagub yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Antargereja Kristen dan Forum Lintas Iman Kabupaten Temanggung.
Untuk menjadi camat mereka ada pendidikan di STPDN dan untuk menjadi polisi juga ada sekolahnya. Namun untuk menjadi seorang perangkat desa selama ini belum ada tempat pendidikannya.
Secara pendidikan namanya juga di desa pasti tidak sebaik teman-teman di kota, tetapi tugasnya sebenarnya cukup berat oleh karena itu perlu membekali atau perlu memperkuat mereka dengan kemampuan administrasi, manajerial, dan kepemimpinan.
"Walaupun kecil sebenarnya mereka punya proyek, maka menejemen proyek mesti diberikan kepada mereka termasuk soal kontrol atau pengawasan karena kepala desa memang menjadi ujung tombak dari pembangunan," katanya.
Ia mengatakan kepala desa diberi tanggung jawab dana cukup besar, tetapi kemudian ujungnya sering terpeleset dan sebagian besar dari mereka itu bukan niat untuk korupsi tetapi karena kealpaan administrasi.
Menurut dia sekolah npamong desa anggarannya nanti disiapkan oleh provinsi, kalau kurang bisa minta bantuan pemerintah pusat karena punya kesempatan untuk mengusulkan.
"Cara masuknya kita buat perda yang mewajibkan setiap perangkat desa terpilih atau diangkat harus masuk ke dalam program pelatihan dulu, saya rasa tidak akan ada yang menolak ini karena memang sesuatu yang mereka butuhkan," katanya.
Ia menuturkan bagaimana perangkat desa yang menjadi ujung tombak pembangunan itu mendapat bekal atau hal-hal yang sifatnya praktis. Setelah itu bisa membuat pelatihan lanjutan. Tidak usah lama-lama, misalnya tiga bulan saja diberi segala macam keterampilan dasar pasti akan membawa perubahan besar bagi mereka.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPU serahkan penetapan calon gubernur-wagub terpilih ke DPRD Jateng
06 February 2025 10:56 WIB, 2025
Calon Wakil Gubernur Jabar dapat nasihat soal kerukunan dari Jokowi
09 December 2024 22:51 WIB, 2024
Surakarta Wakili Calon Kota Percontohan Antikorupsi, Pj Gubernur : Dukung Pemerintahan Bersih
08 November 2024 13:22 WIB, 2024
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Sekda Jateng harapkan RUU Kabupaten/Kota harus perhatikan karakteristik daerah
18 September 2026 19:23 WIB
Ketua DPRD Jateng dorong 30 persen keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dipenuhi
17 September 2026 8:16 WIB
Bupati Demak ajak ulama dan masyarakat perkuat komunikasi jaga kondusivitas
16 September 2026 21:15 WIB