Semarang, ANTARA JATENG - Universitas Negeri Semarang mendampingi setidaknya enam usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak di bidang usaha bandeng presto yang tersebar di berbagai wilayah di Semarang.

"Ada enam UKM bandeng presto yang tersebar di enam wilayah, yakni Krobokan, Tanjung Mas, Kemijen, Tambakharjo, Tugurejo, dan Ngaliyan," kata Kepala Pusat Studi Unggulan Iptek Unnes Sunyoto di Semarang, Senin.

Hal itu diungkapkannya di sela seminar hasil penelitian, pengabdian, dan pameran produk unggulan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Unnes yang membawahi Pusat Studi Unggulan Iptek Unnes.

Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Unnes itu menjelaskan pendampingan itu dilakukan seiring dengan hasil riset yang dilakukan, yakni alat bernama Low Temperature High Pressure Cooker (LTHPC).

Menurut Sunyoto, alat presto itu memiliki keunggulan dibandingkan dengan alat manual yang cenderung tidak efisien, boros bahan bakar, dan membuat kandungan protein berkurang karena proses masak yang lama.

"Biasanya, bandeng dipresto selama delapan jam. Kalau dengan alat LTHPC ini, cukup dimasak selama dua jam pada suhu yang relatif rendah, yakni 110 derajat Celcius sehingga kandungan protein hewani lebih terjaga," katanya.

Pada tahun ini, kata dia, LP2M Unnes telah memasarkan sebanyak 10 unit alat LTHPC, baik alat yang berukuran kecil, sedang, dan besar yang digunakan kalangan UKM binaan Unnes maupun kalangan pribadi.

Untuk harga, sebut dia, LTHPC ukuran kecil dengan kapasitas 30 kilogram seharga Rp10 juta, ukuran sedang kapasitas 55 kg seharga Rp12,5 juta, sementara alat besar kapasitas 75 kg dijual Rp15 juta.

Ia menjelaskan alat tersebut sebenarnya tidak hanya untuk proses presto ikan bandeng, tetapi bisa juga untuk memasak bahan-bahan yang lainnya, seperti ayam, bebek, maupun umbi-umbian.

Yang jelas, kata dia, alat LTHPC itu memiliki banyak keunggulan, yakni hemat bahan bakar, efisien, hasilnya lebih baik, dan kandungan protein hewaninya lebih tinggi dibandingkan proses manual.

"Kalau pakai alat biasa jika ada bandeng berukuran besar kan ditekuk, kemudian ditumpuk. Hasilnya jadi gepeng. Kalau pakai alat ini tidak, sebab ada sekat-sekatnya," katanya.

Sementara itu, Ketua LP2MP Unnes Prof Totok Sumaryanto F mengatakan Unnes memiliki banyak UKM binaan, salah satunya UKM bandeng presto sebagai salah satu produsen makanan khas Kota Semarang.

"Alat LTHPC ini merupakan kreasi peneliti Unnes yang dikomersialisasi CV Sekar Techno sebagai salah satu inkubator bisnis LP2M Unnes dari sekian inkubator bisnis dengan hasil risetnya yang lain," katanya.

Melalui ajang tersebut, kata Totok, berbagai produk hasil riset yang dilakukan peneliti Unnes dipamerkan kepada kalangan industri dan dinas-dinas terkait yang diundang untuk kerja sama lebih lanjut.

Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor :
Copyright © ANTARA 2024