UNS Komitmen Menuju "World Class University"
Selasa, 24 Oktober 2017 15:32 WIB
Sekretaris Senat UNS Prof Sahid Teguh Widodo (dua dari kanan) saat menjelaskan acara "UNS's 1st International Awards Summit on Javanese Culture" (IASJC) (Foto: ANTARAJATENG.COM/Aris Wasita Widiastuti)
Solo, ANTARA JATENG - Universitas Sebelas Maret (UNS) Kota Surakarta, Jawa Tengah, berkomitmen menuju "world class university" melalui pergelaran berskala internasional "UNS`s 1st International Awards Summit on Javanese Culture".
"Kegiatan ini melibatkan 26 negara di antaranya Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Singapura," kata Sekretaris Senat UNS Profesor Sahid Teguh Widodo di Solo, Selasa.
Ia mengatakan kegiatan tersebut penting dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian warga negara asing terhadap perkembangan budaya Jawa.
Oleh karena itu, dalam acara yang dilaksanakan pada Sabtu (28/10) di Gedung dr Prakosa lantai dua tersebut, pihaknya akan memberikan penghargaan Adikarya Anugraha Dharma Krida Budhaya kepada tiga penerima untuk kategori institusi, prestasi sepanjang hayat, dan individual.
Ia mengatakan salah satu penerima penghargaan itu, yaitu peneliti asal Michigan, Amerika Serikat, Nancy Florida.
Atas kepeduliannya terhadap perkembangan budaya Jawa, Nancy akan diganjar penghargaan "life achievement" atau prestasi sepanjang hayat.
"Pada dasarnya untuk pemilihan penerima penghargaan ini indikatornya bukan hanya karya dan lamanya dia masuk ke kancah budaya Jawa, tetapi juga bagaimana dia mampu menangkar dan mengembangkan budaya Jawa di luar sana," kata pendiri Institut Javanologi UNS tersebut.
Selain pemberian penghargaan, pada kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan acara lain, di antaranya peluncuran "UNS Javanese Culture Metric" dan "Javanologi Journal on Javanese Studies".
"Mengenai `UNS Javanese Culture Metric` ini dimaksud sebagai sebuah `online system` yang memberi peringkat pada institusi dan individu yang dinilai memiliki kepedulian terhadap budaya Jawa dalam skala luar biasa," katanya.
Ia mengatakan "Javanologi Journal on Javanese Studies", sebagai wadah pemikiran dan produk kepakaran para peneliti dan pemerhati budaya Jawa yang nantinya bisa dibaca oleh publik internasional.
"Dengan demikian diharapkan nilai-nilai adiluhung budaya Jawa mampu memberi sumbangsih pada usaha pemecahan masalah dunia," katanya.
"Kegiatan ini melibatkan 26 negara di antaranya Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Singapura," kata Sekretaris Senat UNS Profesor Sahid Teguh Widodo di Solo, Selasa.
Ia mengatakan kegiatan tersebut penting dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan atas kepedulian warga negara asing terhadap perkembangan budaya Jawa.
Oleh karena itu, dalam acara yang dilaksanakan pada Sabtu (28/10) di Gedung dr Prakosa lantai dua tersebut, pihaknya akan memberikan penghargaan Adikarya Anugraha Dharma Krida Budhaya kepada tiga penerima untuk kategori institusi, prestasi sepanjang hayat, dan individual.
Ia mengatakan salah satu penerima penghargaan itu, yaitu peneliti asal Michigan, Amerika Serikat, Nancy Florida.
Atas kepeduliannya terhadap perkembangan budaya Jawa, Nancy akan diganjar penghargaan "life achievement" atau prestasi sepanjang hayat.
"Pada dasarnya untuk pemilihan penerima penghargaan ini indikatornya bukan hanya karya dan lamanya dia masuk ke kancah budaya Jawa, tetapi juga bagaimana dia mampu menangkar dan mengembangkan budaya Jawa di luar sana," kata pendiri Institut Javanologi UNS tersebut.
Selain pemberian penghargaan, pada kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan acara lain, di antaranya peluncuran "UNS Javanese Culture Metric" dan "Javanologi Journal on Javanese Studies".
"Mengenai `UNS Javanese Culture Metric` ini dimaksud sebagai sebuah `online system` yang memberi peringkat pada institusi dan individu yang dinilai memiliki kepedulian terhadap budaya Jawa dalam skala luar biasa," katanya.
Ia mengatakan "Javanologi Journal on Javanese Studies", sebagai wadah pemikiran dan produk kepakaran para peneliti dan pemerhati budaya Jawa yang nantinya bisa dibaca oleh publik internasional.
"Dengan demikian diharapkan nilai-nilai adiluhung budaya Jawa mampu memberi sumbangsih pada usaha pemecahan masalah dunia," katanya.
Pewarta : Aris Wasita Widiastuti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Senat AS setujui dana bantuan COVID-19 senilai Rp32.400 triliun, keluarga dapat BLT 3.000 dolar AS
26 March 2020 15:26 WIB, 2020
Presiden Terpilih Donald Trump Calonkan Bos Exxon Mobil jadi Menlu, Senat Prihatin
13 December 2016 9:14 WIB, 2016
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UMS kembangkan Lab School dan lakukan benchmarking ke SD Muhammadiyah 1 Candi Umsida
23 January 2026 20:14 WIB
UMS dorong inovasi pembelajaran matematika berbasis TIK untuk guru SMK Muhammadiyah Klaten
21 January 2026 13:57 WIB
Milad ke-16 HW UMS: Dari refleksi perjuangan menuju kader pemimpin yang berdampak
19 January 2026 14:12 WIB