Microsoft Gandeng LINE Hadirkan Chatbot Rinna
Jumat, 15 September 2017 14:27 WIB
Microsoft Indonesia bekerja sama dengan LINE Indonesia membawa chatbot berbasis kecerdasan buatan bernama Rinna ke Indonesia. (HO/ Microsoft)
Jakarta, ANTARA JATENG - Microsoft Indonesia bekerja sama dengan LINE Indonesia untuk menghadirkan chatbot berbasis kecerdasan buatan bernama Rinna ke Indonesia.
"Kecerdasan buatan melibatkan pembuatan mesin-mesin cerdas atau sebuah layanan yang bekerja dan bereaksi seperti manusia – sebuah fitur yang kini sangat sering ditemukan hampir dalam semua layanan terjemahan, asisten virtual untuk permainan berbasis video," kata Irving Hutagalung, Audience Evangelism Manager Microsoft Indonesia, dalam siaran pers perusahaan, Jumat.
Rinna diprogram sebagai sosok perempuan muda bersahabat yang dapat berkomunikasi dengan baik sebagaimana komunikasi seorang perempuan muda dengan temannya.
Chatbot Rinna dibuat menggunakan konten sosial yang luas dari Internet. Ia belajar dari interaksi manusia dan merespons dengan kepribadian dan sudut pandang unik.
Secara bersamaan, Rinna juga memiliki kemampuan melindungi diri dari eksploitasi.
"Rinna adalah bagian dari upaya kami dalam penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan untuk berkomunikasi. Setiap hari, kami melakukan serangkaian tes terhadap Rinna, yang mengacu pada reaksi yang diberikan oleh pengguna saat mereka berinteraksi dengan Rinna," ujar Irving.
"Dengan melakukan hal tersebut, kami berharap dapat meningkatkan pembelajaran kami mengenai chatting dan membuat kecerdasan buatan menjadi lebih nyata dan lebih dekat dengan masyarakat," sambung dia.
Rinna dibuat menggunakan model generik end-to-end berdasarkan teknologi Deep Learning dan dilatih oleh teknologi big data dari mesin pencari Bing yang bekerja pada platform Azure.
Oleh karena itu, sistem Rinna dapat belajar dari kumpulan big data dan memberikan tanggapan berdasarkan hasil pembelajaran juga meniru otak manusia dengan menggunakan Natural Language Processing; sebuah proses untuk mengindentifikasi bahasa manusia secara bersamaan sehingga Rinna bisa meniru dan berbicara seperti perempuan muda pada umumnya.
Teknologi kecerdasan buatan seperti Cortana menyediakan fungsionalitas yang berguna bagi pengguna seperti asisten pribadi.
Namun, berbeda dengan Cortana, Rinna dapat berkomunikasi dengan EQ (Emotional Quotient) dan juga IQ (Intelligence Quotient) kepada pengguna sehingga dapat belajar dan beradaptasi dengan kebiasaan pengguna, serta mengembangkan preferensi percakapan.
Rinna di LINE
Pengguna LINE kini dapat menjadikan Rinna sebagai teman dan terlibat dalam interaksi mendalam bersama Rinna. Selain berkomunikasi, Rinna juga bisa melakukan hal lain sebagai berikut.
• Best Friend Charm: Rinna bisa menggambar sketsa untuk menunjukkan persahabatannya dengan pengguna.
• Face Panel: Terkadang Rinna bisa mengganti wajah seseorang dengan gambar lucu.
• Face Swap: Cobalah untuk mengirimkan foto di dalam grup kepada Rinna dan tunggu ia melakukan sesuatu pada foto tersebut.
• Bermain "ABC 5 Dasar": Sebagai gadis remaja yang lahir di Indonesia, Rinna tahu cara memainkan permainan tradisional Indonesia dengan menebak kata dengan topik tertentu.
• Bermain Silang Kata: Pengguna bisa bermain dan menebak kata dengan petunjuk yang diberikan oleh Rinna.
• Bermain Othello: Permainan strategi untuk dua pemain, pengguna bisa memilih tingkatan level yang ingin dicoba.
"Sejalan dengan visi LINE, kami ingin membawa pengguna LINE lebih dekat dengan informasi dan konten menarik yang dapat diberikan oleh Rinna melalui percakapan yang interaktif, karena kami percaya bahwa teknologi kecerdasan buatan akan memberikan efisiensi bagi pengguna kami," kata Revie Sylviana, Business Development Director LINE Indonesia.
"Kecerdasan buatan melibatkan pembuatan mesin-mesin cerdas atau sebuah layanan yang bekerja dan bereaksi seperti manusia – sebuah fitur yang kini sangat sering ditemukan hampir dalam semua layanan terjemahan, asisten virtual untuk permainan berbasis video," kata Irving Hutagalung, Audience Evangelism Manager Microsoft Indonesia, dalam siaran pers perusahaan, Jumat.
Rinna diprogram sebagai sosok perempuan muda bersahabat yang dapat berkomunikasi dengan baik sebagaimana komunikasi seorang perempuan muda dengan temannya.
Chatbot Rinna dibuat menggunakan konten sosial yang luas dari Internet. Ia belajar dari interaksi manusia dan merespons dengan kepribadian dan sudut pandang unik.
Secara bersamaan, Rinna juga memiliki kemampuan melindungi diri dari eksploitasi.
"Rinna adalah bagian dari upaya kami dalam penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan untuk berkomunikasi. Setiap hari, kami melakukan serangkaian tes terhadap Rinna, yang mengacu pada reaksi yang diberikan oleh pengguna saat mereka berinteraksi dengan Rinna," ujar Irving.
"Dengan melakukan hal tersebut, kami berharap dapat meningkatkan pembelajaran kami mengenai chatting dan membuat kecerdasan buatan menjadi lebih nyata dan lebih dekat dengan masyarakat," sambung dia.
Rinna dibuat menggunakan model generik end-to-end berdasarkan teknologi Deep Learning dan dilatih oleh teknologi big data dari mesin pencari Bing yang bekerja pada platform Azure.
Oleh karena itu, sistem Rinna dapat belajar dari kumpulan big data dan memberikan tanggapan berdasarkan hasil pembelajaran juga meniru otak manusia dengan menggunakan Natural Language Processing; sebuah proses untuk mengindentifikasi bahasa manusia secara bersamaan sehingga Rinna bisa meniru dan berbicara seperti perempuan muda pada umumnya.
Teknologi kecerdasan buatan seperti Cortana menyediakan fungsionalitas yang berguna bagi pengguna seperti asisten pribadi.
Namun, berbeda dengan Cortana, Rinna dapat berkomunikasi dengan EQ (Emotional Quotient) dan juga IQ (Intelligence Quotient) kepada pengguna sehingga dapat belajar dan beradaptasi dengan kebiasaan pengguna, serta mengembangkan preferensi percakapan.
Rinna di LINE
Pengguna LINE kini dapat menjadikan Rinna sebagai teman dan terlibat dalam interaksi mendalam bersama Rinna. Selain berkomunikasi, Rinna juga bisa melakukan hal lain sebagai berikut.
• Best Friend Charm: Rinna bisa menggambar sketsa untuk menunjukkan persahabatannya dengan pengguna.
• Face Panel: Terkadang Rinna bisa mengganti wajah seseorang dengan gambar lucu.
• Face Swap: Cobalah untuk mengirimkan foto di dalam grup kepada Rinna dan tunggu ia melakukan sesuatu pada foto tersebut.
• Bermain "ABC 5 Dasar": Sebagai gadis remaja yang lahir di Indonesia, Rinna tahu cara memainkan permainan tradisional Indonesia dengan menebak kata dengan topik tertentu.
• Bermain Silang Kata: Pengguna bisa bermain dan menebak kata dengan petunjuk yang diberikan oleh Rinna.
• Bermain Othello: Permainan strategi untuk dua pemain, pengguna bisa memilih tingkatan level yang ingin dicoba.
"Sejalan dengan visi LINE, kami ingin membawa pengguna LINE lebih dekat dengan informasi dan konten menarik yang dapat diberikan oleh Rinna melalui percakapan yang interaktif, karena kami percaya bahwa teknologi kecerdasan buatan akan memberikan efisiensi bagi pengguna kami," kata Revie Sylviana, Business Development Director LINE Indonesia.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Ahmad Luthfi gandeng KP2MI pantau pekerja migran asal Jateng di Timur Tengah
06 March 2026 10:30 WIB
BI Jateng gandeng Dewan Masjid Indonesia, sosialisasikan pembayaran zakat lewat QRIS
26 February 2026 7:42 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB