Teknik Memotret Makanan Bantu Menangi Persaingan Bisnis Makanan
Minggu, 10 September 2017 18:48 WIB
Semarang - Sejumlah peserta workshop "Food Photography" sedang melakukan praktik pemotretan yang digelar di Hotel Quest Semarang, Jumat. (Foto: ANTARAJATENG.COM/ I.C.Senjaya)
Semarang, ANTARA JATENG - Teknik memotret makanan atau "Food Photography" dinilai bisa menjadi salah satu cara untuk "memenangi" kompetisi ketat di bisnis makanan belakangan ini.
Hal tersebut diungkapkan fotografer profesional asal Kota Solo, Suroto, yang lebih dikenal dengan panggilan Jimboeng, saat menjadi pembicara dalam workshop "Food Photography" di Quest Hotel Semarang, Jumat.
"Food photography sudah jadi bagian dari gaya hidup," kata pemilik Jimboeng Photography tersebut.
Menurut dia, melalui "Food Photography", banyak pemilik maupun pengelola gerai makanan beradu kreativitas.
Memotret makanan, lanjut dia, menjadi kebutuhan penting, khususnya untuk menunjang promosi.
Dalam workshop yang diikuti belasan public relation hotel hingga pecinta fotografi antusias dalam mengikuti workshop yang memberikan materi tentang teknik pengambilan gambar, pencahayaan, mengatur makanan sehingga bisa munculkan tekstur asli makanan.
Komposisi potret makanan yang tepat, lanjut Jimboeng, diharapkan mendapat banyak tanggapan, misalnya ketika diunggah di media sosial.
Hal tersebut diungkapkan fotografer profesional asal Kota Solo, Suroto, yang lebih dikenal dengan panggilan Jimboeng, saat menjadi pembicara dalam workshop "Food Photography" di Quest Hotel Semarang, Jumat.
"Food photography sudah jadi bagian dari gaya hidup," kata pemilik Jimboeng Photography tersebut.
Menurut dia, melalui "Food Photography", banyak pemilik maupun pengelola gerai makanan beradu kreativitas.
Memotret makanan, lanjut dia, menjadi kebutuhan penting, khususnya untuk menunjang promosi.
Dalam workshop yang diikuti belasan public relation hotel hingga pecinta fotografi antusias dalam mengikuti workshop yang memberikan materi tentang teknik pengambilan gambar, pencahayaan, mengatur makanan sehingga bisa munculkan tekstur asli makanan.
Komposisi potret makanan yang tepat, lanjut Jimboeng, diharapkan mendapat banyak tanggapan, misalnya ketika diunggah di media sosial.
Pewarta : I.C.Senjaya
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - GAYA HIDUP
Lihat Juga
Bupati Temanggung : Penghargaan Abyakta hasil dedikasi seniman lestarikan kesenian
09 February 2026 23:15 WIB
BRI Peduli ajak masyarakat bersihkan pantai di Bali, dukung Gerakan Indonesia ASRI
07 February 2026 5:05 WIB
Kemenkum Jateng serahkan sertifikat indikasi geografis lima motif tenun troso Jepara
05 February 2026 19:25 WIB
Solo Safari ajak masyarakat berkomitmen pada konservasi lewat Triwarsa Lestari
02 February 2026 21:49 WIB