"Stamp" Bakal jadi "Stories" a la Google
Minggu, 6 Agustus 2017 15:07 WIB
Logo di kantor Google Indonesia, Jakarta ( ANTARA News/Natisha)
Jakarta, ANTARA JATENG - Fitur "Stories" tampaknya disukai banyak orang,
kini Google dikabarkan bersiap untuk merilis format media sosial serupa
miliknya sendiri.
"Stamp" menjadi nama yang dipilih Google dan akan mengusung format teknologi Accelarated Mobile Pages (AMP). Awalan "St" sendiri dapat diartikan sebagai "Stories".
Mirip dengan "Discover" Snapchat, di mana Instagram dan Facebook juga mengadopsi fitur tersebut, "Stamp" akan terdiri dari berbagai pilihan slide, menggabungkan teks, foto dan video.
Mengusung format AMP yang efisien dan mobile-friendly, "Stamp" juga ditujukan untuk pengguna mobile. Meskipun, secara teknis, platform AMP juga dapat bekerja dengan baik dan dinilai cukup bagus untuk pengalaman kelas desktop. Hal ini membuat Google memiliki potensi perluasan "lahan" di masa depan.
Selain itu, dilansir dari GSM Arena, Google kabarnya telah melakukan pembicaran dengan sejumlah media antara lain CNN, The Washington Post, Time dan Vox Media, untuk menyediakan gelombang awal konten "Stamp".
Hal yang sangat penting untuk dicatat tentang "Stamp" adalah Google kemungkinan akan mengintegrasikannya langsung ke laman mesin pencarinya. Hal ini berpotensi meningkatkan adopsi fitur tersebut dengan cepat melebihi pesaingnya seperti "Discover", yang memerlukan penggunaan aplikasi tertentu.
"Stamp" kabarnya akan meluncur dalam waktu dekat, bahkan diperkirakan pada awal minggu depan, demikian GSM Arena.
"Stamp" menjadi nama yang dipilih Google dan akan mengusung format teknologi Accelarated Mobile Pages (AMP). Awalan "St" sendiri dapat diartikan sebagai "Stories".
Mirip dengan "Discover" Snapchat, di mana Instagram dan Facebook juga mengadopsi fitur tersebut, "Stamp" akan terdiri dari berbagai pilihan slide, menggabungkan teks, foto dan video.
Mengusung format AMP yang efisien dan mobile-friendly, "Stamp" juga ditujukan untuk pengguna mobile. Meskipun, secara teknis, platform AMP juga dapat bekerja dengan baik dan dinilai cukup bagus untuk pengalaman kelas desktop. Hal ini membuat Google memiliki potensi perluasan "lahan" di masa depan.
Selain itu, dilansir dari GSM Arena, Google kabarnya telah melakukan pembicaran dengan sejumlah media antara lain CNN, The Washington Post, Time dan Vox Media, untuk menyediakan gelombang awal konten "Stamp".
Hal yang sangat penting untuk dicatat tentang "Stamp" adalah Google kemungkinan akan mengintegrasikannya langsung ke laman mesin pencarinya. Hal ini berpotensi meningkatkan adopsi fitur tersebut dengan cepat melebihi pesaingnya seperti "Discover", yang memerlukan penggunaan aplikasi tertentu.
"Stamp" kabarnya akan meluncur dalam waktu dekat, bahkan diperkirakan pada awal minggu depan, demikian GSM Arena.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov bakal alokasikan Rp10 miliar rehabilitasi jembatan wisata Colo Kudus
13 January 2026 22:03 WIB
Raker PP Fokal IMM bakal hadirkan Kapolri, bahas KUHAP dan penegakan hukum
23 December 2025 10:23 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB