Purwokerto, ANTARA JATENG - Program Upaya Khusus Sapi/Kerbau Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) membutuhkan petugas inseminator berkualitas, kata Ketua Jurusan Produksi Ternak, Universitas Jenderal Soedirman, Elly Tugiyanti.

"Pemerintah kabupaten jangan hanya sekedar memenuhi kebutuhan petugas inseminator," kata Elly Tugiyanti di Purwokerto, Rabu.

Dia menjelaskan, petugas inseminator perlu memiliki jam terbang dan pengalaman di bidang tersebut.

Menurut dia, Dinas Peternakan harus melakukan uji seleksi keahlian, pasalnya, inseminator berperan strategis terhadap kesuksesan program tersebut.

Salah satu tugas inseminator, kata dia, adalah melakukan pemeriksaan kebuntingan sapi.

Sebelumnya, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Banyumas Didi Rudwiyanto mengatakan, Banyumas menargetkan 4.200 sapi bunting melalui inseminasi buatan.

Dalam Upsus Siwab di Kabupaten Banyumas, kata dia, dilakukan inseminasi buatan terhadap 6.000 ekor sapi/kerbau dan diharapkan menghasilkan kebuntingan sebanyak 4.200 ekor sapi.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Banyumas Sugiyatno menjelaskan, hal tersebut dilakukan salah satunya untuk mendukung percepatan target pemenuhan populasi sapi potong.

Pemerintah Kabupaten Banyumas, kata dia, sangat mendukung dan mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.