Magelang, ANTARA JATENG - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, Jawa Tengah, memberikan makanan tambahan kepada sejumlah anak balita sebagai upaya mencegah balita kekurangan gizi.

"Kami juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan supaya orang tua paham makanan yang mestinya dikonsumsi anak agar gizinya tercukupi," kata Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, M. Mahfud, di Magelang, Rabu.

Ia mengatakan makanan tambahan tersebut diberikan kepada 15 anak di sejumlah kelurahan. Skala prioritasnya yaitu anak-anak yang berpotensi mengalami kekurangan gizi.

"Kami kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Posyandu di masing-masing wilayah untuk mendapatkan data anak-anak tersebut. Setelah didapat datanya, kami langsung mendatangi lokasi, memberi penyuluhan dan sosialiasi serta pemberian makanan tambahan," katanya.

Ia menuturkan melalui penyuluhan diharapkan anak-anak bisa mendapat gizi yang seimbang. Gizi akan memengaruhi tumbuh kembang fisik dan mental anak. Anak yang sehat bisa ditandai dengan berat badan yang ideal sesuai dengan usianya.

"Oleh karena itu kami intensif melakukan pencegahan dengan pemberian makanan tambahan. Hal ini sangat baik mengingat saat ini banyak makanan instan yang tidak terjamin nilai gizinya," katanya.

Ia meminta adanya pengawasan terhadap kantin-kantin sekolah yang selama ini menjajakan makanan. Kandungan jajanan yang jadi favorit anak-anak penting untuk diawasi agar mereka mendapat gizi yang seimbang dan tidak mudah sakit.

"Penyuluhan mutu jajanan anak dan keamanannya kami intensifkan terutama jajanan anak sekolah, termasuk di pasar tradisional misalnya sayuran kandungan pestisidanya berapa," katanya.

Pihaknya juga rutin melakukan pengujian kandungan pestisida yang ada di sayuran dengan melibatkan tim teknis dari UGM Yogyakarta. Selain itu baik penjual maupun pembeli diberi tips bagaimana memilih sayuran yang kandungan pestisidanya masih di bawah ambang batas.

Ia menuturkan pembagian makanan tambahan ini akan terus diupayakan. Pihaknya mengacu pada data-data anak yang terindikasi kekurangan gizi dari Dinas Kesehatan. Setelah data didapat, pihaknya langsung memberikan penyuluhan dan sosialisasi untuk pencegahannya.

"Melalui sosialisasi dan penyuluhan intens ini kami harap Kota Magelang bisa terbebas dari kekurangan gizi maupun gizi buruk," katanya. (hms)


Pewarta : Heru Suyitno
Editor :
Copyright © ANTARA 2024