Anoreksia adalah
suatu penyakit dimana seseorang membiarkan dirinya sendiri kelaparan
karena merasa tubuhnya terlalu gemuk dan berat badannya berlebih.
Ilmuwan menemukan bahwa dalam penderita tingkat tinggi anoreksia,
teknik mereka -yang dikenal dengan "Perangsangan Otak Dalam" (DBS)-
dapat dengan mudah membantu banyak pasien dalam penelitian mengurangi
gejala kecemasan dan depresi, juga meningkatkan mutu hidup.
Dalam beberapa bulan mendatang, gejala psikologi tambahan dapat
mengubah berat badan, dengan rata-rata indeks berat badan (BMI) dalam
kelompok meningkat 3,5 angka menjadi 17,3 selama kajian berlangsung,
kata ilmuwan itu.
Anoreksia termasuk penyakit gangguan makan, yang dialami 0,5 persen
orang di seluruh dunia, yang kebanyakan dialami remaja. Penderitanya
memiliki baku mutu tersendiri terhadap berat badan, bentuk dan
ukurannya, serta terus membiarkan diri kelaparan untuk menurunkan berat
badan sesuai ukuran mereka.
Anoreksia kronis bisa berakibat fatal dan di banyak kasus
mengakibatkan gangguan kesehatan parah misalnya, kelemahan tulang dan
otot, masalah seksual dan masalah jantung hingga kejang.
Ilmuwan dalam penelitian itu menerbitkan jurnal melalui majalah "The
Lancet" terbitan Jumat, dengan mengatakan menyarankan DBS, yang mampu
merangsang area otak pengendali tingkah laku abnormal, sehingga dapat
mengubah sirkuit otak yang menyebabkan Anoreksia.
DBS telah digunakan untuk merangsang sirkuit otak bagi penderita
Parkinson dan kejang. Teknik ini juga menunjukkan hasil yang sangat
efektif untuk mengurangi gejala-gejala penyakit tersebut.
Dalam uji itu, ilmuwan memilih sebanyak 16 wanita berumur antara 21
dan 57 tahun yang menderita Anoreksia sejak lama yaitu rata-rata 18
tahun dan di antaranya dengan berat badan tidak normal, yaitu rata-rata
BMI 13,8.
Mereka dipilih karena tidak ada pengobatan yang berhasil dan nyawa
mereka terancam karena penyakit tersebut. Ukuran rata-rata berat badan
yang sehat dalam skala BMI adalah 18,5 hingga 24,9.
Dengan membandingkan pemindaian otak sebelum dan sesudah pengobatan,
para peneliti menemukan adanya perubahan wilayah pada otak yang
berhubungan dengan anoreksia.
Hal ini menunjukkan bahwa DBS dapat digunakan untuk memberikan efek
langsung yang berhubungan dengan sirkuit otak. Penelitian ini
menunjukkan kurangnya aktivitas pada putamen (bagian dari ganglia
basalis), talamus, dan otak besar di antara wilayah otak lainnya.
Adapun peningkatan aktivitas banyak terjadi di area kortikal periferal yang berhubungan dengan persepsi sosial dan tingkah laku.
Adres Lozano, seorang profesor dari Universitas Toronto Kanada yang
memimpin studi ini mengatakan bahwa hasil studi ini menunjukkan beberapa
harapan, namun penelitian lanjutan masih dibutuhkan.
"Anoreksia masih menjadi penyakit kejiwaan dengan angka kematian
tertinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan penting, yang aman,
efektif, dengan pengobatan teruji, yang dihasilkan dengan pengembangan
pengetahuan dari sirkuit otak," katanya menambahkan.
Ilmuwan Uji Perangsangan Otak untuk atasi Anoreksia
Profesor Adres Lozano, guru besar ilmu syaraf dari Universitas Toronto, Kanada. (youtube.com)
Profesor Adres Lozano, guru besar ilmu syaraf dari Universitas Toronto, Kanada. (youtube.com)
London, ANTARA JATENG - Penelitian kecil terhadap 16 penderita anoreksia
parah menghasilkan bukti baru bahwa penanaman elektroda sebagai
perangsang ke otak pasien dapat mengurangi kecemasan dan membantu mereka
menaikkan berat badan.