Semarang, ANTARA JATENG - Dinas Perikanan Kota Semarang mencatat baru 422 dari 1.522 nelayan di wilayah pesisir itu yang mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi.
"Kami berharap adanya sosialisasi dari tokoh masyarakat, seperti di Tambakmulyo mengenai bantuan asuransi bagi para nelayan ini," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Senin.
Hal itu diungkapkan saat penyerahan asuransi kepada ahli waris Abdul Hadi (54), nelayan di Tambakmulyo, Semarang, yang meninggal sekitar sebulan lalu akibat serangan jantung.
Keikutsertaan asuransi, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, penting untuk nelayan. Asuransi yang diberikan pemerintah pusat itu, untuk menyejahterakan nelayan kecil di Indonesia.
Asuransi untuk para nelayan itu, kata orang nomor satu di Semarang tersebut, bukti komitmen pemerintah untuk bisa mengangkat kehidupan masyarakat kecil, termasuk para nelayan.
"Ini dibuktikan dengan adanya salah satu ahli waris nelayan yang memperoleh asuransi. Harapannya, (kepesertaan, red.) dapat diikuti nelayan lain. Apalagi, nelayan tidak perlu membayar premi," katanya.
Nilai santunan yang diberikan, yakni Rp160 juta untuk korban yang meninggal, baik karena sakit maupun kecelakaan kerja, dan Rp200 juta untuk nelayan yang meninggal saat melaut.
"Kuncinya adalah kompak dan saling percaya. Ketika sudah disosialisasikan maka akan terdapat banyak program-program yang bisa dirasakan manfaatnya oleh kawan-kawan nelayan," katanya.
Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang I Gusti Made Agung meminta nelayan yang belum terdaftar sebagai peserta asuransi untuk bisa mendatangi Kantor Dinas Perikanan di Gedung Pandanaran.
"Kami berjanji akan segera melakukan verifikasi terhadap nelayan-nelayan yang belum terdaftar sebagai peserta asuransi. Ini penting untuk kelangsungan hidup nelayan dan keluarganya," katanya.
Zaidun (50), istri almarhum Abduh Hadi, mengungkapkan suaminya usai berlayar sekitar satu bulan yang lalu mengeluhkan sesak nafas dan meninggal dunia yang diketahui akibar serangan jantung.
"Alhamdulillah, uang (santunan, red.) ini sudah ditransfer ke rekening saya. Alhamdulillah bisa untuk membayar sekolah anak kami dan tambahan modal sepeninggal suami," tuturnya.
"Kami berharap adanya sosialisasi dari tokoh masyarakat, seperti di Tambakmulyo mengenai bantuan asuransi bagi para nelayan ini," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Senin.
Hal itu diungkapkan saat penyerahan asuransi kepada ahli waris Abdul Hadi (54), nelayan di Tambakmulyo, Semarang, yang meninggal sekitar sebulan lalu akibat serangan jantung.
Keikutsertaan asuransi, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, penting untuk nelayan. Asuransi yang diberikan pemerintah pusat itu, untuk menyejahterakan nelayan kecil di Indonesia.
Asuransi untuk para nelayan itu, kata orang nomor satu di Semarang tersebut, bukti komitmen pemerintah untuk bisa mengangkat kehidupan masyarakat kecil, termasuk para nelayan.
"Ini dibuktikan dengan adanya salah satu ahli waris nelayan yang memperoleh asuransi. Harapannya, (kepesertaan, red.) dapat diikuti nelayan lain. Apalagi, nelayan tidak perlu membayar premi," katanya.
Nilai santunan yang diberikan, yakni Rp160 juta untuk korban yang meninggal, baik karena sakit maupun kecelakaan kerja, dan Rp200 juta untuk nelayan yang meninggal saat melaut.
"Kuncinya adalah kompak dan saling percaya. Ketika sudah disosialisasikan maka akan terdapat banyak program-program yang bisa dirasakan manfaatnya oleh kawan-kawan nelayan," katanya.
Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang I Gusti Made Agung meminta nelayan yang belum terdaftar sebagai peserta asuransi untuk bisa mendatangi Kantor Dinas Perikanan di Gedung Pandanaran.
"Kami berjanji akan segera melakukan verifikasi terhadap nelayan-nelayan yang belum terdaftar sebagai peserta asuransi. Ini penting untuk kelangsungan hidup nelayan dan keluarganya," katanya.
Zaidun (50), istri almarhum Abduh Hadi, mengungkapkan suaminya usai berlayar sekitar satu bulan yang lalu mengeluhkan sesak nafas dan meninggal dunia yang diketahui akibar serangan jantung.
"Alhamdulillah, uang (santunan, red.) ini sudah ditransfer ke rekening saya. Alhamdulillah bisa untuk membayar sekolah anak kami dan tambahan modal sepeninggal suami," tuturnya.