Tips Mengamankan Ponsel dari Spyware
Senin, 30 Januari 2017 16:52 WIB
Illustrasi ransomware di telepon seluler. (makeuseof.com)
Jakarta, ANTARA JATENG - Spyware, perangkat lunak untuk memata-matai, dapat terpasang secara tidak sengaja ketika pengguna memasang sebuah aplikasi di ponsel mereka.
"Spyware bisa menyusup ke aplikasi, lalu menyembunyikan diri," kaa pakar digital forensik Ruby Alamsyah, saat dihubungi, Senin (30/1).
Aplikasi yang disusupi spyware bisa memiliki dua file berbeda, satu file asli aplikasi, satu berupa spyware.
Begitu terpasang di ponsel, spyware dapat menyembunyikan diri, tidak terdeteksi secara fisik namun ia mengirim data ke server pengintai, misalnya berupa isi pesan singkat walaupun terlindungi enkripsi.
Ponsel yang terpasang spyware belum tentu terasa perubahan karena banyak modus dan program itu bisa mengembangkan diri.
Bahkan spyware profesional saat terpasang pun tidak terlihat, kata Ruby.
Ia memberikan beberapa hal yang harus diperhatikan agar ponsel tidak disusupi spyware.
1. OS asli
Pastikan ponsel menggunakan operating sytem yang asli.
2. Pikir sebelum klik
Jangan sembarangan mengklik tautan di website maupun yang dikirimkan melalui pesan singkat atau surat elektronik. Bisa saja tautan yang diklik merujuk ke sebuah situs atau lampiran yang mengandung malware atau spyware.
3. Aplikasi resmi
Biasakan mengunduh dari toko resmi, misalnya Play Store dan App Store, karena mereka mengkurasi setiap aplikasi yang dibuat pengembang.
4. Cek perusahaan pembuat
Sebelum mengunduh aplikasi, sebaiknya pengguna sudah tahu perusahaan apa yang membuatnya. Jangan asal mengunduh aplikasi hanya karena memiliki ikon yang sama, pastikan aplikasi tersebut sesuai dengan nama pengembang pembuatnya, terutama untuk aplikasi perbankan. Menurut Ruby, aplikasi berbayar memiliki risiko disusupi malware.
Bila ponsel sudah terlanjur disusupi spyware, lebih baik mengganti handset dan membuat akun baru daripada masuk menggunakan akun lama dan menggunakan fitur "pemulihan".
Fitur pemulihan akan mengembalikan aplikasi yang terpasang di ponsel lama, begitu juga dengan aplikasi yang mengandung spyware.
"Spyware bisa menyusup ke aplikasi, lalu menyembunyikan diri," kaa pakar digital forensik Ruby Alamsyah, saat dihubungi, Senin (30/1).
Aplikasi yang disusupi spyware bisa memiliki dua file berbeda, satu file asli aplikasi, satu berupa spyware.
Begitu terpasang di ponsel, spyware dapat menyembunyikan diri, tidak terdeteksi secara fisik namun ia mengirim data ke server pengintai, misalnya berupa isi pesan singkat walaupun terlindungi enkripsi.
Ponsel yang terpasang spyware belum tentu terasa perubahan karena banyak modus dan program itu bisa mengembangkan diri.
Bahkan spyware profesional saat terpasang pun tidak terlihat, kata Ruby.
Ia memberikan beberapa hal yang harus diperhatikan agar ponsel tidak disusupi spyware.
1. OS asli
Pastikan ponsel menggunakan operating sytem yang asli.
2. Pikir sebelum klik
Jangan sembarangan mengklik tautan di website maupun yang dikirimkan melalui pesan singkat atau surat elektronik. Bisa saja tautan yang diklik merujuk ke sebuah situs atau lampiran yang mengandung malware atau spyware.
3. Aplikasi resmi
Biasakan mengunduh dari toko resmi, misalnya Play Store dan App Store, karena mereka mengkurasi setiap aplikasi yang dibuat pengembang.
4. Cek perusahaan pembuat
Sebelum mengunduh aplikasi, sebaiknya pengguna sudah tahu perusahaan apa yang membuatnya. Jangan asal mengunduh aplikasi hanya karena memiliki ikon yang sama, pastikan aplikasi tersebut sesuai dengan nama pengembang pembuatnya, terutama untuk aplikasi perbankan. Menurut Ruby, aplikasi berbayar memiliki risiko disusupi malware.
Bila ponsel sudah terlanjur disusupi spyware, lebih baik mengganti handset dan membuat akun baru daripada masuk menggunakan akun lama dan menggunakan fitur "pemulihan".
Fitur pemulihan akan mengembalikan aplikasi yang terpasang di ponsel lama, begitu juga dengan aplikasi yang mengandung spyware.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PLN tegaskan kesiapan dukung era kendaraan listrik
04 August 2026 20:19 WIB
Tim PKM-KC UMS inisiasi NECIS, alat penghancur limbah jarum suntik berbasis IOT
31 July 2026 17:39 WIB
PTI UMS gelar pameran proyek IoT, mahasiswa tampilkan inovasi teknologi otomasi
13 June 2026 18:42 WIB
Hemat limbah pembangunan, mahasiswa UMS raih prestasi National Tender Competition
24 May 2026 15:02 WIB
Inovasi sampo antiketombe berbasis jeruk nipis, tim UMS raih Silver Medal JISF 2026
02 May 2026 14:40 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
PTI UMS gelar pameran proyek IoT, mahasiswa tampilkan inovasi teknologi otomasi
13 June 2026 18:42 WIB
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB