Woolim, Tablet Android versi Korea Utara yang Serba Dikunci
Rabu, 4 Januari 2017 12:05 WIB
Ilustrasi tablet (ANTARA FOTO/Audy Alwi/15)
Jakarta Antara Jateng - Korea Utara baru-baru ini merilis komputer tablet bernama Woolim, perangkat berbasis Android dengan sejumlah modifikasi yang disesuaikan dengan negara tersebut.
Tablet tersebut dibuat oleh perusahaan China, Hoozo, dan terlihat seperti tablet Android pada umumnya, kecuali perangkat lunaknya, seperti yang dilansir dari laman India Times.
Pemerintah Korut menghilangkan komponen komunikasi radio sehingga perangkat tersebut tidak memiliki chip Wi-Fi dan Bluetooth.
Pengguna hanya dapat tersambung ke intranet milik pemerintah, bernama "Gwangmyeong", tulis laman NK News.
Koneksi tersebut sudah lulus sensor pemerintah dan berisi propaganda, termasuk untuk sambungan hiburan maupun pendidikan.
Pemerintah dapat mengetahui aktivitas berselancar para pengguna Woolim karena setiap beberapa waktu perangkat tersebut akan mengambil screenshot.
Tablet juga akan mengambil dan mengirimkan screenshot ke server setiap kali ada aplikasi yang diluncurkan di negeri pimpinan Kim Jong Un itu.
Pengguna tidak dapat memasang aplikasi tambahan selain bawaan dari Woolim karena operating system terkunci dan tidak dapat diubah.
Hanya aplikasi yang disetujui pemerintah Korea Utara dapat dipasang di perangkat tersebut, seperti aplikasi pendidikan, kamus, permainan kartu dan Talking Tom cat.
Selain itu, Korea Utara juga memblokir materi video tidak bersertifikat.
Biaya pembuatan tablet Woolim sekitar 170 dolar per perangkat dan diperkirakan dijual dengan harga lebih tinggi sehingga hanya kalangan berduit yang mampu membelinya. Penghasilan bulanan pekerja di Korea Utara sekitar 40-75 dolar.
Tablet tersebut dibuat oleh perusahaan China, Hoozo, dan terlihat seperti tablet Android pada umumnya, kecuali perangkat lunaknya, seperti yang dilansir dari laman India Times.
Pemerintah Korut menghilangkan komponen komunikasi radio sehingga perangkat tersebut tidak memiliki chip Wi-Fi dan Bluetooth.
Pengguna hanya dapat tersambung ke intranet milik pemerintah, bernama "Gwangmyeong", tulis laman NK News.
Koneksi tersebut sudah lulus sensor pemerintah dan berisi propaganda, termasuk untuk sambungan hiburan maupun pendidikan.
Pemerintah dapat mengetahui aktivitas berselancar para pengguna Woolim karena setiap beberapa waktu perangkat tersebut akan mengambil screenshot.
Tablet juga akan mengambil dan mengirimkan screenshot ke server setiap kali ada aplikasi yang diluncurkan di negeri pimpinan Kim Jong Un itu.
Pengguna tidak dapat memasang aplikasi tambahan selain bawaan dari Woolim karena operating system terkunci dan tidak dapat diubah.
Hanya aplikasi yang disetujui pemerintah Korea Utara dapat dipasang di perangkat tersebut, seperti aplikasi pendidikan, kamus, permainan kartu dan Talking Tom cat.
Selain itu, Korea Utara juga memblokir materi video tidak bersertifikat.
Biaya pembuatan tablet Woolim sekitar 170 dolar per perangkat dan diperkirakan dijual dengan harga lebih tinggi sehingga hanya kalangan berduit yang mampu membelinya. Penghasilan bulanan pekerja di Korea Utara sekitar 40-75 dolar.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PLN tegaskan kesiapan dukung era kendaraan listrik
04 August 2026 20:19 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Cara pantau CCTV analog via smartphone tanpa perlu beli perangkat baru
24 April 2025 16:29 WIB, 2025
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024