WNI Korban Penyanderaan Berterima Kasih kepada Pemerintah
Selasa, 27 September 2016 11:58 WIB
Kupang Antara Jateng - Tiga warga negara Indonesia asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf beberapa waktu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat karena telah berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan mereka.
"Kami menyampaikan rasa terima kasih kami kepada Pemerintah pusat, kepada pemerintah Provinsi, Kabupaten serta kecamatan yang telah berusaha sekuat tenaga membebaskan kami," kata Laurensius Koten salah seorang korban penyanderaan Abu Sayyaf kepada wartawan di Kupang, Selasa.
Disamping kepada pemerintah pusat Laurensius yang didampingi oleh dua teman yang juga menjadi korban dalam kasus penyanderaan tersebut yakni Emanuel Arakian dan Teodorus Koten juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah berdoa agar ketiganya bisa selamat.
Ia mengaku selama ditahan oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf selama dua bulan 10 hari itu, ia dan kedua kawannya hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Laurensius mengaku dirinya hanya berharap mujizat agar bisa keluar dari lokasi tempat ketiganya disandera oleh kelompok Abu Sayyaf itu.
"Kami hanya berharap pada mujizat sebab selama tinggal di sana, kami selalu dikasari dan hal itu tidak pernah terbayangkan," katanya.
Menurutnya pengalaman hidup yang seperti itu tidak akan pernah terlupakan olehnya dan kedua sahabatnya yang juga merupakan keluarga dekat.
Laurensius Koten sendiri saat ditangkap bertugas sebagai nahkoda kapal itu mengaku, satu harapannya saat ini hanyalah bisa bertemu dengan keluarga mereka yang saat ini berada di Desa Latonliwo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur.
Sementara itu Keluarga korban penyanderaan Warga Negara Indonesia asal Flores Timur Eresiana Piter Boro mengaku bangga dengan upaya Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk pembebasan sandera.
"Kami sangat bangga dengan usaha Bapak Presiden membebaskan keluarga. Selama dua bulan lebih saya dan anak-anak saya hanya menunggu kabar soal suami saya yang masih disandera. Dan akhirnya hingga pada hari ini suami saya dan dua temannya sudah diselamatkan," katanya.
Ia juga berterima kasih karena kondisi kesehatan dari ketiga korban tersebut dalam keadaan yang baik-baik saja.
"Kami menyampaikan rasa terima kasih kami kepada Pemerintah pusat, kepada pemerintah Provinsi, Kabupaten serta kecamatan yang telah berusaha sekuat tenaga membebaskan kami," kata Laurensius Koten salah seorang korban penyanderaan Abu Sayyaf kepada wartawan di Kupang, Selasa.
Disamping kepada pemerintah pusat Laurensius yang didampingi oleh dua teman yang juga menjadi korban dalam kasus penyanderaan tersebut yakni Emanuel Arakian dan Teodorus Koten juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah berdoa agar ketiganya bisa selamat.
Ia mengaku selama ditahan oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf selama dua bulan 10 hari itu, ia dan kedua kawannya hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Laurensius mengaku dirinya hanya berharap mujizat agar bisa keluar dari lokasi tempat ketiganya disandera oleh kelompok Abu Sayyaf itu.
"Kami hanya berharap pada mujizat sebab selama tinggal di sana, kami selalu dikasari dan hal itu tidak pernah terbayangkan," katanya.
Menurutnya pengalaman hidup yang seperti itu tidak akan pernah terlupakan olehnya dan kedua sahabatnya yang juga merupakan keluarga dekat.
Laurensius Koten sendiri saat ditangkap bertugas sebagai nahkoda kapal itu mengaku, satu harapannya saat ini hanyalah bisa bertemu dengan keluarga mereka yang saat ini berada di Desa Latonliwo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur.
Sementara itu Keluarga korban penyanderaan Warga Negara Indonesia asal Flores Timur Eresiana Piter Boro mengaku bangga dengan upaya Pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk pembebasan sandera.
"Kami sangat bangga dengan usaha Bapak Presiden membebaskan keluarga. Selama dua bulan lebih saya dan anak-anak saya hanya menunggu kabar soal suami saya yang masih disandera. Dan akhirnya hingga pada hari ini suami saya dan dua temannya sudah diselamatkan," katanya.
Ia juga berterima kasih karena kondisi kesehatan dari ketiga korban tersebut dalam keadaan yang baik-baik saja.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB
UMS lepas relawan psikososial ke Aceh Tamiang untuk dampingi korban banjir bandang
02 February 2026 18:44 WIB
Pemprov Jateng pastikan kelayakan fasilitas di posko pengungsi bagi korban banjir
30 January 2026 9:05 WIB
Polres Pemalang kerahkan anjing pelacak bantu pencarian korban tanah longsor
28 January 2026 16:44 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
"Garis Bawahi Ya Hanya kamaludin yang Minta Uang,Patrialis tidak Pernah," kata Basuki
01 February 2017 18:16 WIB, 2017
Pengacara Minta Penyidik Menyelidiki Laporan agar Membongkar Kasus Rekayasa Antasari
01 February 2017 16:25 WIB, 2017