Samsung akan Tarik "Galaxy Note 7" dari Peredaran
Sabtu, 3 September 2016 17:48 WIB
Samsung Galaxy Note 7 (ANTARA News/Arindra Meodia)
Perth Antara Jateng - Perusahaan ponsel pintar asal Korea Selatan, Samsung Electronics, dilaporkan segera menarik semua Galaxy Note 7 dari peredaran dunia setelah ditemukan beberapa ledakan akibat kerusakan batere.
Kantor berita resmi Korea Selatan Yonhap melansir laporan itu pada Jumat, sementara Samsung -seperti dikabarkan PerthNow.com.au- menolak memberikan tanggapan terkait berita tersebut.
"Kami akan mengabarkan temuan sesegera mungkin. Samsung sangat berkomitmen menyediakan produk dengan mutu tertinggi untuk pelanggannya," kata Samsung dalam pernyataan resminya.
Pengiriman ponsel pintar Galaxy Note 7 tertunda di Korea Selatan pada pekan ini akibat pengujian mutu, yang dilakukan secara ekstra. Tindakan itu diambil setelah muncul laporan bahwa baterai di ponsel pintar ukuran besar meledak saat diisi ulang.
Samsung meluncurkan produk seri Note mutahir itu pada 19 Agustus di beberapa pasar utama termasuk Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Menurut sumber, yang tidak ingin disebutkan namanya, jumlah ponsel Galaxy Note 7 yang bermasalah baterainya hanya 0,1 persen, namun Samsung akan memecahkan masalah ini dengan membahasnya bersama perusahaan rekanan mereka, Verizon.
Kantor berita resmi Korea Selatan Yonhap melansir laporan itu pada Jumat, sementara Samsung -seperti dikabarkan PerthNow.com.au- menolak memberikan tanggapan terkait berita tersebut.
"Kami akan mengabarkan temuan sesegera mungkin. Samsung sangat berkomitmen menyediakan produk dengan mutu tertinggi untuk pelanggannya," kata Samsung dalam pernyataan resminya.
Pengiriman ponsel pintar Galaxy Note 7 tertunda di Korea Selatan pada pekan ini akibat pengujian mutu, yang dilakukan secara ekstra. Tindakan itu diambil setelah muncul laporan bahwa baterai di ponsel pintar ukuran besar meledak saat diisi ulang.
Samsung meluncurkan produk seri Note mutahir itu pada 19 Agustus di beberapa pasar utama termasuk Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Menurut sumber, yang tidak ingin disebutkan namanya, jumlah ponsel Galaxy Note 7 yang bermasalah baterainya hanya 0,1 persen, namun Samsung akan memecahkan masalah ini dengan membahasnya bersama perusahaan rekanan mereka, Verizon.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PLN tegaskan kesiapan dukung era kendaraan listrik
04 August 2026 20:19 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Cara pantau CCTV analog via smartphone tanpa perlu beli perangkat baru
24 April 2025 16:29 WIB, 2025
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024