Magelang, Antara Jateng - Tradisi syawalan di Desa Payaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu, diwarnai dengan pelepasan ratusan balon tradisional yang terbuat dari plastik maupun kertas dengan berbagai ukuran.

Ketua Panitia syawalan Dusun Kauman, Desa Payaman, Kecamatan Secang, Wahyu Budi Hartanto (27) di Magelang, mengatakan pada syawalan kali ini diterbangkan 600an balon, empat di antaranya merupakan balon besar dengan ukuran tinggi 13 meter, diameter delapan hingga 10 meter.

Ia menuturkan balon besar terdiri atas balon plastik satu buah dan tiga balon dari kertas. Ukuran balon kecil antara 1,5 meter hingga tiga meter.

Dia mengatakan tradisi syawalan yang dilakukan setelah perayaan Idul Fitri, yaitu setiap tanggal 8 Syawal ini telah berlangsung turun-temurun.

"Pelepasan balon merupakan tradisi dari tahun ke tahun pascalebaran yang terus kami lestarikan sebagai rasa syukur kepada Tuhan YME dan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat dalam merayakan Lebaran," katanya.

Selain pelepasan balon, katanya dalam tradisi syawalan di desa tersebut juga diselenggarakan pentas hiburan kesenian tradisional.

"Kali ini kami menampilkan kesenian tradisional sorengan dari Ngablak, Kabupaten Magelang," katanya.

Di sela penerbangan balon, panitia membunyikan puluhan petasan yang direnteng dengan digantungkan pada sebuah tali.

Ia menyebutkan untuk pelaksanaan kegiatan syawalan tersebut panitia membutuhkan anggaran Rp8 juta, baik untuk pembuatan balon maupun pentas kesenian, yang berasal dari swadaya masyarakat, sponsor, dan para donatur.

Ia menuturkan untuk persiapan penerbangan balon tersebut telah dilakukan sejak awal Ramadhan, yakni dengan membuat balon.

Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024