Bandar Judi Indonesia Terlibat Dalam Sindikat Pengatur Skor Liga Brazil
Kamis, 7 Juli 2016 14:34 WIB
Sejumlah tersangka kasus judi bola piala Eropa dan capjikia saat diperiksa di Kantor Polres Solo, Rabu (13/6). Sebanyak 28 penjudi bola Piala Eropa dan capjikia berhasil diamankan dari 10 lokasi operasi pekat dalam seminggu dengan barang bukti berupa
Brazil, Antara Jateng - Tujuh orang tersangka pemanipulasi hasil pertandingan sepak bola pada dua liga di Brazil berhasil ditangkap, demikian pernyataan resmi Kepolisian Brazil, Rabu (6/7) waktu setempat.
Pemimpin investigasi Operasi Game Over, Kelly Cristina Sacchetto Cesar de Andrade, mengatakan, jaringan pengaturan skor itu melibatkan para pemain, para pelatih, agen-agen sepak bola, termasuk presiden klub-klub pada divisi kedua dan ketiga dalam kejuaraan di Sao Paulo.
de Andrade mengatakan para tersangka yang tertangkap dalam penggerebekan, Rabu, di empat negara bagian Brazil diduga telah bekerja sama dengan sindikat bandar judi di Malaysia, China, dan Indonesia.
"Tahap pertama operasi ini untuk menghentikan kegiatan para tersangka yang telah kami investigasi, menggali informasi dari mereka, dan mengumpulkan bukti tambahan untuk memulai tahap kedua operasi," kata dia.
"Dengan demikian, kami mengetahui tingkatan yang tepat dari kelompok itu, apakah pengaturan skor itu juga mempengaruhi turnamen atau kejuaraan olahraga lain," kata anggota kepolisian Brazil itu.
Investigasi terhadap jaringan pengatur skor itu, lanjut de Andrade, telah dimulai pada awal 2015 dan memeriksa kemungkinan pengaturan skor dalam turnamen-turnamen yang digelar di wilayah utara dan timur laut Brazil.
Brazil memiliki lima wilayah dengan klub-klub olahraga yang terkenal berada di wilayah selatan yang merupakan wilayah paling berkembang di negara Amerika Selatan itu.
Sebanyak 11 pertandingan divisi pertama telah dimainkan ulang pada 2005 setelah satu dari wasit peringkat pertama Brazil dituduh menerima bayaran dari sindikat perjudian.
Pemimpin investigasi Operasi Game Over, Kelly Cristina Sacchetto Cesar de Andrade, mengatakan, jaringan pengaturan skor itu melibatkan para pemain, para pelatih, agen-agen sepak bola, termasuk presiden klub-klub pada divisi kedua dan ketiga dalam kejuaraan di Sao Paulo.
de Andrade mengatakan para tersangka yang tertangkap dalam penggerebekan, Rabu, di empat negara bagian Brazil diduga telah bekerja sama dengan sindikat bandar judi di Malaysia, China, dan Indonesia.
"Tahap pertama operasi ini untuk menghentikan kegiatan para tersangka yang telah kami investigasi, menggali informasi dari mereka, dan mengumpulkan bukti tambahan untuk memulai tahap kedua operasi," kata dia.
"Dengan demikian, kami mengetahui tingkatan yang tepat dari kelompok itu, apakah pengaturan skor itu juga mempengaruhi turnamen atau kejuaraan olahraga lain," kata anggota kepolisian Brazil itu.
Investigasi terhadap jaringan pengatur skor itu, lanjut de Andrade, telah dimulai pada awal 2015 dan memeriksa kemungkinan pengaturan skor dalam turnamen-turnamen yang digelar di wilayah utara dan timur laut Brazil.
Brazil memiliki lima wilayah dengan klub-klub olahraga yang terkenal berada di wilayah selatan yang merupakan wilayah paling berkembang di negara Amerika Selatan itu.
Sebanyak 11 pertandingan divisi pertama telah dimainkan ulang pada 2005 setelah satu dari wasit peringkat pertama Brazil dituduh menerima bayaran dari sindikat perjudian.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polresta Banyumas ungkap praktik perjudian togel di kawasan Pasar Wage Purwokerto
02 March 2026 14:04 WIB
Polres Blora amankan 17 pelaku judi dan petasan selama gelar Operasi Pekat 2026
26 February 2026 8:46 WIB
Komdigi tutup 7,39 juta konten judi online sejak 2017 hingga 11 November 2025
13 November 2025 15:41 WIB