Luhut Nyatakan Indonesia Mewaspadai Potensi Gerakan Separatis
Sabtu, 2 Juli 2016 10:41 WIB
Jakarta, Antara Jateng - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Pandjaitan, menyatakan, Indonesia mewaspadai potensi gerakan separatis dalam pertemuan tingkat tinggi Kelompok Negara-negara Melanesia (MSG), di Kepulauan Solomon, 14-16 Juli 2016.
"Ada upaya-upaya dari kelompok separatis, tujuannya mereka ingin masuk tetapi mereka kan bukan negara, hanya NGO. Ya tidak bisalah," ujar dia, di Jakarta, Jumat malam.
Sekitar dua bulan lalu dia memimpin perjalanan safari ke Papua Nugini dan Fiji untuk menyampaikan paket asistensi Indonesia. Itu juga menjadi satu upaya diplomasi internasional Indonesia di kawasan lingkar Pasifik.
Pandjaitan merujuk pada kelompok bernama Gerakan Pembebasan Papua Barat (UMLWP) yang ingin bergabung dalam MSG, dimanan Indonesia salah satu anggota tidak tetap.
Dalam upaya menaikkan status dari kelompok peninjau menjadi anggota penuh MSG, UMLWP dianggap tidak memiliki legitimasi dan tidak mewakili masyarakat Papua.
Menurut Pandjaitan, tudingan Indonesia kerap menganaktirikan Papua dengan tidak mengindahkan kasus-kasus pelanggaran HAM di sana, sudah tidak terbukti.
Pemerintah, sebagaimana dia katakan, mengupayakan penanganan dan penyelesaian masalah HAM di Papua secara holistik melalui pembentukan tim terpadu yang bertugas menghimpun data, informasi, dan analisa.
Untuk mendukung proses penyelidikan yang transparan, Pandjaitan mengundang Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson, Duta Besar Solomon untuk Indonesia, Salana Kalu, Dubes Fiji untuk Indonesia, ST Cavuilati, dan Duta Besar Papua Nugini untuk Indonesia, Peter Ilau, sebagai pengamat.
"Ada upaya-upaya dari kelompok separatis, tujuannya mereka ingin masuk tetapi mereka kan bukan negara, hanya NGO. Ya tidak bisalah," ujar dia, di Jakarta, Jumat malam.
Sekitar dua bulan lalu dia memimpin perjalanan safari ke Papua Nugini dan Fiji untuk menyampaikan paket asistensi Indonesia. Itu juga menjadi satu upaya diplomasi internasional Indonesia di kawasan lingkar Pasifik.
Pandjaitan merujuk pada kelompok bernama Gerakan Pembebasan Papua Barat (UMLWP) yang ingin bergabung dalam MSG, dimanan Indonesia salah satu anggota tidak tetap.
Dalam upaya menaikkan status dari kelompok peninjau menjadi anggota penuh MSG, UMLWP dianggap tidak memiliki legitimasi dan tidak mewakili masyarakat Papua.
Menurut Pandjaitan, tudingan Indonesia kerap menganaktirikan Papua dengan tidak mengindahkan kasus-kasus pelanggaran HAM di sana, sudah tidak terbukti.
Pemerintah, sebagaimana dia katakan, mengupayakan penanganan dan penyelesaian masalah HAM di Papua secara holistik melalui pembentukan tim terpadu yang bertugas menghimpun data, informasi, dan analisa.
Untuk mendukung proses penyelidikan yang transparan, Pandjaitan mengundang Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson, Duta Besar Solomon untuk Indonesia, Salana Kalu, Dubes Fiji untuk Indonesia, ST Cavuilati, dan Duta Besar Papua Nugini untuk Indonesia, Peter Ilau, sebagai pengamat.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BNPB nyatakan pemerintah perkuat koordinasi lintas sektor penanganan bencana
21 January 2026 19:22 WIB
Mendikdasmen nyatakan program makan bergizi gratis akan terus disempurnakan
06 January 2025 20:02 WIB, 2025
46 guru besar dan dosen nyatakan sebagai sahabat pengadilan untuk AMAN
04 April 2024 10:30 WIB, 2024
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen daftar DPD, KPU nyatakan berkas penuhi persyaratan
02 January 2023 14:28 WIB, 2023
PDPI nyatakan asap rokok jadi faktor utama terjadinya penyakit paru
24 September 2021 13:04 WIB, 2021
Pemkot Surakarta nyatakan belum ada arahan untuk penyaluran bansos produktif
28 January 2021 16:30 WIB, 2021
Terpopuler - Politik dan Hankam
Lihat Juga
Zulkifli Hasan Berharap Jakarta Kembali Tenang dan Damai Setelah Pilkada
02 February 2017 6:50 WIB, 2017
Agus: Saya hanya Sampaikan "Salam Hormat" ke Pak Maruf dan Pengurus PBNU
01 February 2017 19:04 WIB, 2017
" Presiden Jokowi Ingin Bertemu Saya, Tapi Dilarang Dua-Tiga di Sekeliling Beliau," Kata SBY
01 February 2017 18:35 WIB, 2017
Tim Anies-Sandi: Kegiatan PT MWS pada Masyarakat Tentang Reklamasi Pulau G Memaksakan Ambisi
01 February 2017 17:17 WIB, 2017
Setnov: NU Salalu Hadir sebagai Organisasi yang Suarakan Perdamaian dan Kesejukan
01 February 2017 16:41 WIB, 2017
Ahok Menyayangkan ada Pihak yang Mengadu Domba bahwa Dia Menghina Integritas PBNU
01 February 2017 16:12 WIB, 2017
Din: Tudingan Ahok Terhadap Maruf Bernada Sarkastik dan Sangat Menghina
01 February 2017 15:58 WIB, 2017
SBY perlu Klarifikasi Pernyataan Kuasa Hukum Ahok yang Mengkaitkan Fatwa MUI
01 February 2017 14:56 WIB, 2017