Cara salah Pengguna Internet Simpan Data Pribadi
Jumat, 24 Juni 2016 13:15 WIB
Ilustrasi serangan di dunia siber alias cyber attack. (msn.com)
Jakarta, Antara Jateng - Untuk melindungi privasi, pengguna internet yang paranoid menggunakan banyak cara untuk menyimpan data-data pribadi mereka dari pihak tidak bertanggungjawab yang berkeliaran di dunia online, termasuk dengan cara menyembunyikan komputer mereka.
Namun beberapa hasil penelitian dari Kaspersky Lab, dalam siaran persnya yang diterima ANTARA News, Jumat, menunjukkan bahwa tidak cukup pengguna sekedar menyadari risiko yang ada, apalagi dengan menggunakan cara-cara yang salah untuk tetap aman ketika online.
Penelitian menunjukkan pengguna internet beralih ke sejumlah cara yang berbeda untuk menjaga privasi mereka aman. Satu dari lima pengguna (20 persen) mengaku bahwa mereka menutupi webcam mereka, dalam upaya untuk melindungi privasi mereka.
Lebih dari seperempat pengguna internet (28 persen) menyimpan data sensitif mereka pada perangkat yang tidak memiliki akses internet, sebuah pemikiran yang keliru apabila hal ini akan menjamin perlindungan terhadap data-data mereka.
Namun, meskipun teori ini didasarkan pada logika, dan sangat penting untuk juga mengamankan cadangan data dari efek serangan ransomware, bahkan tanpa koneksi internet sekalipun sangat mungkin bagi perangkat untuk terinfeksi ketika terhubung dengan smartphone atau USB stick.
Lebih lanjut, 18 persen dari pengguna internet yang disurvei mengakui bahwa mereka mencoba untuk menghindari menggunakan situs-situs populer seperti Google dan Facebook karena informasi pribadi yang dikumpulkan oleh situs tersebut.
Selain itu, 8 persen pengguna yang paranoid mengaku menyembunyikan komputer mereka dari orang lain, meskipun hal ini tidak akan membantu melindungi mereka dari ancaman internet.
Sebanyak 7 persen juga mengatakan mereka menyisihkan waktu untuk log in, kemudian menghapus data kartu kredit ketika melakukan transaksi secara online, sebagai upaya mereka untuk membingungkan virus, meskipun faktanya malware, terutama keyloggers, tidak dapat dibuat bingung dengan cara ini.
Namun beberapa hasil penelitian dari Kaspersky Lab, dalam siaran persnya yang diterima ANTARA News, Jumat, menunjukkan bahwa tidak cukup pengguna sekedar menyadari risiko yang ada, apalagi dengan menggunakan cara-cara yang salah untuk tetap aman ketika online.
Penelitian menunjukkan pengguna internet beralih ke sejumlah cara yang berbeda untuk menjaga privasi mereka aman. Satu dari lima pengguna (20 persen) mengaku bahwa mereka menutupi webcam mereka, dalam upaya untuk melindungi privasi mereka.
Lebih dari seperempat pengguna internet (28 persen) menyimpan data sensitif mereka pada perangkat yang tidak memiliki akses internet, sebuah pemikiran yang keliru apabila hal ini akan menjamin perlindungan terhadap data-data mereka.
Namun, meskipun teori ini didasarkan pada logika, dan sangat penting untuk juga mengamankan cadangan data dari efek serangan ransomware, bahkan tanpa koneksi internet sekalipun sangat mungkin bagi perangkat untuk terinfeksi ketika terhubung dengan smartphone atau USB stick.
Lebih lanjut, 18 persen dari pengguna internet yang disurvei mengakui bahwa mereka mencoba untuk menghindari menggunakan situs-situs populer seperti Google dan Facebook karena informasi pribadi yang dikumpulkan oleh situs tersebut.
Selain itu, 8 persen pengguna yang paranoid mengaku menyembunyikan komputer mereka dari orang lain, meskipun hal ini tidak akan membantu melindungi mereka dari ancaman internet.
Sebanyak 7 persen juga mengatakan mereka menyisihkan waktu untuk log in, kemudian menghapus data kartu kredit ketika melakukan transaksi secara online, sebagai upaya mereka untuk membingungkan virus, meskipun faktanya malware, terutama keyloggers, tidak dapat dibuat bingung dengan cara ini.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Sekolah Vokasi Undip raih juara 3 di ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia
29 September 2026 12:52 WIB
Bandara Ahmad Yani Semarang pakai PLTS untuk penuhi sebagian kebutuhan energi
20 September 2026 22:37 WIB
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
PTI UMS gelar pameran proyek IoT, mahasiswa tampilkan inovasi teknologi otomasi
13 June 2026 18:42 WIB
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB