Menteri Susi Minta Data Koordinat Rumpon agar Segera Diberantas
Minggu, 12 Juni 2016 15:52 WIB
Siapkan Rumpon Pinang. Sejumlah nelayan mempersiapkan daun pinang dibawa ke kapal bagan untuk dijadikan rumpon, di Pantai Pasie Nan Tigo Padang, Sumbar, Minggu (2/12/2012). Rumpon dari daun pinang digunakan sebagai atraktor nelayan kapal bagan agar i
Kupang, Antara Jateng - Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti meminta bantuan nelayan Tenau Kupang untuk memberikan data-data koordinat titik-titik rumpon di perairan NTT agar segera diberantas.
"Kita sudah terima laporan mengenai keberadaan rumpon di perairan NTT sehingga kita minta bantuan dari nelayan untuk memberikan data koordinat rumpon agar segera kita berantas," katanya dalam acara kunjungan kerja Menteri Susi di Pelabuhan pendaratan Ikan Tenau, Minggu 12/6.
Ia megatakan pihak KKP tidak membenarkan adanya pemasangan rumpon di perairan karena merusak ekologi laut dan menghalau migrasi ikan yang berimbas pada menurunnya hasil tangkapan nelayan.
"Tidak ada satu rumpon pun yang kita izinkan untuk dipasang hingga hari ini," katanya menegaskan.
Sudah dalam perencaan, pihak kementerian akan segera mencabut rumpon-rumpon yang dilaporkan sesuai dengan hasil veriifikasi yang dilakukan petugas KKP, katanya.
Sebelumnya petugas dari kementerian berkoordinasi dengan bagian Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP yang berada di Kupang, melakukan verifikasi mengenai rumpon yang dilaporkan nelayan Tenau di perairan sekitar Pulau Timor pada 27/5.
Hasil verifikasi menemukan adanya rumpon yang sudah dicabut nelayan dan disimpan di pantai Pelabuhan Pendaratan Ikan Tenau.
Humas Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang Abdul Wahab Sidin mengatakan pihaknya sudah memiliki data-data terkait keberadaan rumpon yang ada di perairan NTT.
"Kita punya data lengkap titik-titik rumpon di laut karena ketika nelayan melaut dan temukan rumpon selalu dicatat di GPS (Global Positioning System)," katanya secara terpisah kepada Antara di Kupang.
Ia mengatakan dengan data yang ada pihaknya dapat berkoordinasi dengan pemerintah ketika melakukan operasi pemberantasan rumpon.
"Kita bisa berikan data dan bantu untuk operasi pemotongan rumpon di laut yang penting bisa melibatkan nelayan," katanya.
Menteri Susi menambahkan bahwa upaya pencabutan rumpon menjadi pekerjaan rumah kementeriannya karena sudah ada laporan yang disampaikan oleh para nelayan.
"Kita sudah rencanakan akan dilakukan pemberantasan secepatnya sesuai dengan laporan dan kita perluhkan data-data rumpon dari nelayan," katanya.
Pemberantasn rumpon akan meningkatkan hasil tangkapan nelayan karena migrasi ikan akan berjalan lancar sehingga nelayan tidak perlu mencari hingga ke laut dalam, demikian Menteri Susi Pudjiastuti.
"Kita sudah terima laporan mengenai keberadaan rumpon di perairan NTT sehingga kita minta bantuan dari nelayan untuk memberikan data koordinat rumpon agar segera kita berantas," katanya dalam acara kunjungan kerja Menteri Susi di Pelabuhan pendaratan Ikan Tenau, Minggu 12/6.
Ia megatakan pihak KKP tidak membenarkan adanya pemasangan rumpon di perairan karena merusak ekologi laut dan menghalau migrasi ikan yang berimbas pada menurunnya hasil tangkapan nelayan.
"Tidak ada satu rumpon pun yang kita izinkan untuk dipasang hingga hari ini," katanya menegaskan.
Sudah dalam perencaan, pihak kementerian akan segera mencabut rumpon-rumpon yang dilaporkan sesuai dengan hasil veriifikasi yang dilakukan petugas KKP, katanya.
Sebelumnya petugas dari kementerian berkoordinasi dengan bagian Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP yang berada di Kupang, melakukan verifikasi mengenai rumpon yang dilaporkan nelayan Tenau di perairan sekitar Pulau Timor pada 27/5.
Hasil verifikasi menemukan adanya rumpon yang sudah dicabut nelayan dan disimpan di pantai Pelabuhan Pendaratan Ikan Tenau.
Humas Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang Abdul Wahab Sidin mengatakan pihaknya sudah memiliki data-data terkait keberadaan rumpon yang ada di perairan NTT.
"Kita punya data lengkap titik-titik rumpon di laut karena ketika nelayan melaut dan temukan rumpon selalu dicatat di GPS (Global Positioning System)," katanya secara terpisah kepada Antara di Kupang.
Ia mengatakan dengan data yang ada pihaknya dapat berkoordinasi dengan pemerintah ketika melakukan operasi pemberantasan rumpon.
"Kita bisa berikan data dan bantu untuk operasi pemotongan rumpon di laut yang penting bisa melibatkan nelayan," katanya.
Menteri Susi menambahkan bahwa upaya pencabutan rumpon menjadi pekerjaan rumah kementeriannya karena sudah ada laporan yang disampaikan oleh para nelayan.
"Kita sudah rencanakan akan dilakukan pemberantasan secepatnya sesuai dengan laporan dan kita perluhkan data-data rumpon dari nelayan," katanya.
Pemberantasn rumpon akan meningkatkan hasil tangkapan nelayan karena migrasi ikan akan berjalan lancar sehingga nelayan tidak perlu mencari hingga ke laut dalam, demikian Menteri Susi Pudjiastuti.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Susi Air layani rute Semarang–Karimunjawa, beroperasi Senin, Jumat, dan Minggu
04 July 2025 15:51 WIB
Presiden Joko Widodo: Upaya pembebasan pilot Susi Air masih terus dilakukan
07 July 2023 13:44 WIB, 2023
RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang pastikan kebutuhan dokter tercukupi
09 February 2023 10:00 WIB, 2023
Pesawat Susi Air dibakar, nasib pilot dan penumpang belum diketahui
07 February 2023 14:20 WIB, 2023
Gandeng Alan dan Susi Susanti, Bank BTN pasarkan Tabungan BTN Bisnis
03 September 2022 21:53 WIB, 2022
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Sedekah Sampah Memotivasi Masyarakat lebih Mencintai Lingkungan dan Beramal
12 February 2017 14:35 WIB, 2017
Emil: Subuh Waktu Optimal Sampikan Pesan, Karena Otak Manusia belum Termanipulasi Hal Negatif
12 February 2017 14:29 WIB, 2017
Ketinggian Air Bendung Katulampa Naik Namun Masih Siaga Tiga Banjir
12 February 2017 14:06 WIB, 2017
Istiqlal Tak Mampu Tampung, Lautan Massa 112 Meluap ke Lapangan Banteng
11 February 2017 12:30 WIB, 2017