Perang, Separatis Nagorno-Karabakh 20 Orang Tewas
Selasa, 5 April 2016 6:42 WIB
Sebuah tank era Uni Soviet digunakan kaum separatis Nagorno-Karabakh melawan pemerintah resmi Azerbaijan (Reuters)
Kedua belah pihak bersengketa saling menyalahkan atas perang yang terjadi antara mereka.
Prancis, Rusia dan Amerika Serikat menyeru kedua pihak bersengketa untuk mengakhiri pertempuran, sedangkan para utusan ketiga negara akan bertemu di Wina 5 April ini untuk membahas kerunyaman di Nagorno-Karabakh.
Bentrok terjadi di garis kontak yang menjadi penanda gencatan senjata 1994 yang memisahkan posisi pasukan separatis dukungan Armenia di kaki pegunungan Karabakh dari pasukan Azerbaijan yang berada dalam posisi defensif di dataran di bawahnya.
Militer Azerbaijan dan separatis dukungan Armenia saling menyerang dengan tembakan tank, helikopter, sistem peluru kendali dan artileri. Keduanya saling mengklaim berhasil menduduki daerah-daerah yang diduduki lawan.
Pasukan separatis dukungan Armenia mengaku menghancurkan sebuah unit militer Azerbaijan, sebaliknya Azerbaijan mendaku telah menghancurkan sebuah pusat komando separatis, demikian Reuters.
Prancis, Rusia dan Amerika Serikat menyeru kedua pihak bersengketa untuk mengakhiri pertempuran, sedangkan para utusan ketiga negara akan bertemu di Wina 5 April ini untuk membahas kerunyaman di Nagorno-Karabakh.
Bentrok terjadi di garis kontak yang menjadi penanda gencatan senjata 1994 yang memisahkan posisi pasukan separatis dukungan Armenia di kaki pegunungan Karabakh dari pasukan Azerbaijan yang berada dalam posisi defensif di dataran di bawahnya.
Militer Azerbaijan dan separatis dukungan Armenia saling menyerang dengan tembakan tank, helikopter, sistem peluru kendali dan artileri. Keduanya saling mengklaim berhasil menduduki daerah-daerah yang diduduki lawan.
Pasukan separatis dukungan Armenia mengaku menghancurkan sebuah unit militer Azerbaijan, sebaliknya Azerbaijan mendaku telah menghancurkan sebuah pusat komando separatis, demikian Reuters.
Pewarta : Antaranews
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengacara: Hadi Joban bukan Separatis tetapi Kerap Bela Hak-Hak Kemanusiaan
15 December 2016 15:47 WIB, 2016
Kalla: Memberantas Separatis di Filipina Selatan lebih Sulit daripada Aceh
31 August 2016 12:11 WIB, 2016
Menhan Paparkan Keberadaan 10 WNI Disandera Kelompok Separatis Abu Sayyaf
18 July 2016 14:59 WIB, 2016
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Prancis: Keputusan Donald Trump "Risiko Serius" bagi Tatanan Perdagangan Global
01 February 2017 6:29 WIB, 2017