BOM JAKARTA - ISIS Lari ke Aplikasi "Alrawi" setelah Diusir Telegram
Senin, 18 Januari 2016 10:23 WIB
Para petarung ekstrimis militan ISIS di Irak. (REUTERS/Social Media Website via Reuters)
Dikutip dari TechCrunch, salah satu aplikasi chat ini adalah Alrawi. Chat yang dibuat terenkripsi itu menjadikan pemerintah dan badan-badan keamanan lebih sulit dalam memata-matai rencana teroris.
Hal ini ditemukan oleh jaringan kontraterorisme yang dikenal sebagai Ghost Security Group. Sebelumnya, ISIS dilaporkan berkomunikasi melalui Telegram.
Meskipun keamanan Alrawi tidak secanggih WhatsApp atau Telegram, aplikasi chat ini melindungi pengguna dengan mengenkripsi teks. Dan, tanpa perusahaan terkemuka di belakang Alrawi, tidak ada yang melarang ISIS untuk menggunakannya.
Alrawi tidak dapat diunduh dari Google Play, melainkan harus diinstal terlebih dahulu.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa jauh platform mobile tersedia untuk memerangi terorisme.
Pemerintah mendorong untuk membuka enkripsi, namun mungkin ada cara lain untuk menjaga orang tetap aman tanpa melanggar privasi banyak orang.
Apple dan Google dapat dengan mudah mengeluarkan aplikasi yang digunakan untuk kegiatan berbahaya di toko aplikasi resmi mereka.
Namun, akankah mereka bersedia mengkontrol lebih jauh penggunaan langsung sistem operasi mobile mereka?
ISIS, melalui kelompok teroris Santoso, mengakui bertanggungjawab atas serangan teror ke kawasan Sarinah, Thamrin, Kamis lalu.
Sejumlah media massa internasional menyebutkan perancang Teror Thamrin yang diyakini berada di Suriah telah berkomunikasi dengan fasilitas chat Telegram.
Hal ini ditemukan oleh jaringan kontraterorisme yang dikenal sebagai Ghost Security Group. Sebelumnya, ISIS dilaporkan berkomunikasi melalui Telegram.
Meskipun keamanan Alrawi tidak secanggih WhatsApp atau Telegram, aplikasi chat ini melindungi pengguna dengan mengenkripsi teks. Dan, tanpa perusahaan terkemuka di belakang Alrawi, tidak ada yang melarang ISIS untuk menggunakannya.
Alrawi tidak dapat diunduh dari Google Play, melainkan harus diinstal terlebih dahulu.
Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa jauh platform mobile tersedia untuk memerangi terorisme.
Pemerintah mendorong untuk membuka enkripsi, namun mungkin ada cara lain untuk menjaga orang tetap aman tanpa melanggar privasi banyak orang.
Apple dan Google dapat dengan mudah mengeluarkan aplikasi yang digunakan untuk kegiatan berbahaya di toko aplikasi resmi mereka.
Namun, akankah mereka bersedia mengkontrol lebih jauh penggunaan langsung sistem operasi mobile mereka?
ISIS, melalui kelompok teroris Santoso, mengakui bertanggungjawab atas serangan teror ke kawasan Sarinah, Thamrin, Kamis lalu.
Sejumlah media massa internasional menyebutkan perancang Teror Thamrin yang diyakini berada di Suriah telah berkomunikasi dengan fasilitas chat Telegram.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus Alvaro, polisi sebut ayah tiri sempat mencari cangkul untuk kubur jasad korban
27 November 2025 16:10 WIB
KPK usut jumlah tanah negara yang dijual lagi ke negara terkait proyek Whoosh
18 November 2025 11:20 WIB
Perwakilan mahasiswa internasional UMS ikuti Festival Handai Indonesia 2025 di Jakarta
08 November 2025 15:43 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat cegah ratusan juta upaya penipuan digital
26 November 2025 22:28 WIB
Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip juara melalui AISA, Sahabat Cerdas Petani Sawit
07 November 2025 13:21 WIB
Indosat Ooredoo Hutchison buka kelas AI gratis, jawab kebutuhan talenta digital Indonesia
28 October 2025 15:04 WIB