Tiga Langkah Hindarkan Diri Jadi Korban Penipuan Daring
Rabu, 30 Desember 2015 10:49 WIB
Seorang perempuan berdiri di depan logo Harbolnas 2015 (ANTARA News/Try Reza Essra)
Berikut terdapat tiga langkah untuk menghindari diri jadi korban penipuan daring seperti dikemukakan Pengamat e-commerce, Rama Mamuaya.
Pertama, pastikan alamat url-nya benar. Rama mengatakan, masyarakat harus jeli membedakan website toko online yang asli.
"Paling banyak kasus di Indonesia itu penipuan ya. Mau website manapun pastikan alamat URL-nya. Seperti Lazada, jangan percaya pada website yang pakai tambahan blogspot.com," kata dia di Jakarta, Selasa.
"Perusahaan e-commerce sekarang sudah mengupayakan berbagai cara untuk mengurangi penipuan,misalnya memberi tahu masyarakat mengenai logo-logo yang mesti dicari. Untuk memastikan kalau ada logo ini berarti aman," tambah Rama.
Baca: Ini cara transaksi online yang aman
Kedua, periksa alamat kantor dan nomor telepon perusahaan daring itu. Biasanya informasi ini terdapat di website toko online bersangkutan.
"Periksa alamat kantornya, nomor teleponnya, sertifikatnya, apakah sudah secure atau belum. Hal-hal seperti ini masyarakat mesti pintar," tutur Rama.
Terakhir, sebisa mungkin hindari pembelian melalui media sosial tetapi langsung ke toko online yang bersangkutan.
"Belanja-belanja di Instagram itu kan sulit dikontrol, lagipula itu bukan tempat jualan. Carilah barang di tempat yang memang untuk jualan. Kalau pun kita ditipu ada pihak penengah yang bisa bantu kita," ujar dia.
Baca: Transaksi daring diperkirakan Rp224,9 triliun tahun depan
"Dari kepolisian sekarang sudah ada hotline-nya. Kita bisa gunakan itu. Lalu, lapor ke penyedia situsnya," pungkas Rama.
Pertama, pastikan alamat url-nya benar. Rama mengatakan, masyarakat harus jeli membedakan website toko online yang asli.
"Paling banyak kasus di Indonesia itu penipuan ya. Mau website manapun pastikan alamat URL-nya. Seperti Lazada, jangan percaya pada website yang pakai tambahan blogspot.com," kata dia di Jakarta, Selasa.
"Perusahaan e-commerce sekarang sudah mengupayakan berbagai cara untuk mengurangi penipuan,misalnya memberi tahu masyarakat mengenai logo-logo yang mesti dicari. Untuk memastikan kalau ada logo ini berarti aman," tambah Rama.
Baca: Ini cara transaksi online yang aman
Kedua, periksa alamat kantor dan nomor telepon perusahaan daring itu. Biasanya informasi ini terdapat di website toko online bersangkutan.
"Periksa alamat kantornya, nomor teleponnya, sertifikatnya, apakah sudah secure atau belum. Hal-hal seperti ini masyarakat mesti pintar," tutur Rama.
Terakhir, sebisa mungkin hindari pembelian melalui media sosial tetapi langsung ke toko online yang bersangkutan.
"Belanja-belanja di Instagram itu kan sulit dikontrol, lagipula itu bukan tempat jualan. Carilah barang di tempat yang memang untuk jualan. Kalau pun kita ditipu ada pihak penengah yang bisa bantu kita," ujar dia.
Baca: Transaksi daring diperkirakan Rp224,9 triliun tahun depan
"Dari kepolisian sekarang sudah ada hotline-nya. Kita bisa gunakan itu. Lalu, lapor ke penyedia situsnya," pungkas Rama.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Video perundungan di salah satu SMP negeri Blora viral, ini langkah pemda
08 November 2025 20:33 WIB
Bison apresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto wujudkan perdamaian di Gaza
14 October 2025 11:20 WIB
UMS matangkan langkah menuju universitas terpercaya melalui Professor Bootcamp ke-5 2025
27 July 2025 13:29 WIB