Ericsson Optimistis Implementasikan 4G di Indonesia
Rabu, 4 November 2015 11:52 WIB
President Director Ericsson Indonesia, Thomas Jul. (ANTARA News/ Arindra Meodia)
Meski menurut President Director Ericsson Indonesia, Thomas Jul, penerapannya akan membutuhkan waktu, mengingat kontur dari negara Indonesia itu sendiri, dia mengaku optimis jaringan 4G dapat dijalankan diseluruh Indonesia.
"Kami tidak setuju. Bahkan, kami sendiri ingin menjangkau Sulawesi dan Papua. Coba lihat jaringan 2G yang saat ini sudah dapat diakses di manapun, bahkan di hutan sekali pun, hal yang sama juga akan terjadi dengan 4G," kata dia, di Jakarta, Selasa.
"Pada dasarnya penerapannya sama sulitnya dengan negara-negara lain. Kami melihat tiga operator sudah siap untuk menerapkannya, ini menjadi sangat penting, bagaimana industri mendukung 4G itu sendiri," sambung dia.
Hal senada juga disampaikan VP Marketing and Communications Ericsson Indonesia, Hardyana Syintawati yang mengatakan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia terhadap 4G dan Internet of Things sangat besar.
"Ada yang menarik dari penelitian yang kami lakukan di Indonesia, bahwa ternyata tingkat ketertarikan pengguna smartphone terhadap IoT sangat besar, lebih besar dari negara tetangga," ujar dia.
"Bahkan, 40 persen responden yakin bahwa mobil yang terkoneksi akan terealisasi di Indonesia pada 2020," lanjut dia.
Lebih lanjut, Jul mengungkapkan prediksinya bahwa pada 2020 mendatang akan ada 26 miliar perangkat di dunia yang terkoneksi internet dengan nilai tambah industri secara global total 2 triliun dolar AS.
"Tidak ada alasan bagi Indonesia untuk terlambat dari negara lain," ujar Jul.
Saat ini, Ericsson bekerja sama dengan tiga operator besar Indonesia, yakni Telkomsel, Indosat dan XL Axiata dalam menjalankan jaringan 4G.
"Kami tidak setuju. Bahkan, kami sendiri ingin menjangkau Sulawesi dan Papua. Coba lihat jaringan 2G yang saat ini sudah dapat diakses di manapun, bahkan di hutan sekali pun, hal yang sama juga akan terjadi dengan 4G," kata dia, di Jakarta, Selasa.
"Pada dasarnya penerapannya sama sulitnya dengan negara-negara lain. Kami melihat tiga operator sudah siap untuk menerapkannya, ini menjadi sangat penting, bagaimana industri mendukung 4G itu sendiri," sambung dia.
Hal senada juga disampaikan VP Marketing and Communications Ericsson Indonesia, Hardyana Syintawati yang mengatakan bahwa antusiasme masyarakat Indonesia terhadap 4G dan Internet of Things sangat besar.
"Ada yang menarik dari penelitian yang kami lakukan di Indonesia, bahwa ternyata tingkat ketertarikan pengguna smartphone terhadap IoT sangat besar, lebih besar dari negara tetangga," ujar dia.
"Bahkan, 40 persen responden yakin bahwa mobil yang terkoneksi akan terealisasi di Indonesia pada 2020," lanjut dia.
Lebih lanjut, Jul mengungkapkan prediksinya bahwa pada 2020 mendatang akan ada 26 miliar perangkat di dunia yang terkoneksi internet dengan nilai tambah industri secara global total 2 triliun dolar AS.
"Tidak ada alasan bagi Indonesia untuk terlambat dari negara lain," ujar Jul.
Saat ini, Ericsson bekerja sama dengan tiga operator besar Indonesia, yakni Telkomsel, Indosat dan XL Axiata dalam menjalankan jaringan 4G.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Sekolah Vokasi Undip raih juara 3 di ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia
29 September 2026 12:52 WIB
Bandara Ahmad Yani Semarang pakai PLTS untuk penuhi sebagian kebutuhan energi
20 September 2026 22:37 WIB
Polemik PLTP Gunung Ungaran, Pemprov Jateng siap jembatani aspirasi warga
03 September 2026 20:53 WIB
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Terpopuler - IT
Lihat Juga
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
PTI UMS gelar pameran proyek IoT, mahasiswa tampilkan inovasi teknologi otomasi
13 June 2026 18:42 WIB
Wamenag tekankan tanggung jawab moral manusia atas kecerdasan buatan di ICIMS 2026 UMS
10 February 2026 17:55 WIB
Dosen UMS soroti risiko dan standar perlindungan data pada registrasi SIM berbasis face recognition
07 February 2026 18:58 WIB