Apple Pesan 5--6 Juta Jam Tangan
Kamis, 19 Februari 2015 14:26 WIB
Salah satu model Apple Watch, Apple Watch Edition yang terbuat dari emas 18 karat akan mulai dijual pada bulan April. (ANTARA News/ Arindra Meodia)
Quanta Computer, perusahaan yang berbasis di Taiwan dan satu-satunya perakit Apple Watch, mulai memproduksi massal arloji pintar tersebut pada awal tahun ini, bersiap-siap untuk peluncurannya April mendatang.
WSJ melaporkan ribuan pekerja akan memproduksi smartwatch tersebut selama liburan Tahun Baru Imlek di pabrik Quanta di Changshu, Tiongkok.
Model Entry-level Apple Watch menyumbang setengah dari jumlah produksi, sedangkan model mid-level sepertiga dari jumlah produksi.
Sementara untuk edisi high-end Apple Watch yang berbalut emas 18-karat, menurut WSJ akan diproduksi dengan jumlah yang relatif kecil pada kuartal pertama, namun Apple berencana untuk memproduksi lebih dari 1 juta unit per bulan pada kuartal kedua.
Apple Watch akan dibanderol dengan harga mulai dari 349 dolar.
Perangkat arloji pintar ini dapat menerima panggilan telepon dan pesan, memutar musik, dapat berfungsi sebagai dompet digital untuk membayar barang dan memantau detak jantung melalui sensor khusus, demikian Reuters.
WSJ melaporkan ribuan pekerja akan memproduksi smartwatch tersebut selama liburan Tahun Baru Imlek di pabrik Quanta di Changshu, Tiongkok.
Model Entry-level Apple Watch menyumbang setengah dari jumlah produksi, sedangkan model mid-level sepertiga dari jumlah produksi.
Sementara untuk edisi high-end Apple Watch yang berbalut emas 18-karat, menurut WSJ akan diproduksi dengan jumlah yang relatif kecil pada kuartal pertama, namun Apple berencana untuk memproduksi lebih dari 1 juta unit per bulan pada kuartal kedua.
Apple Watch akan dibanderol dengan harga mulai dari 349 dolar.
Perangkat arloji pintar ini dapat menerima panggilan telepon dan pesan, memutar musik, dapat berfungsi sebagai dompet digital untuk membayar barang dan memantau detak jantung melalui sensor khusus, demikian Reuters.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemanfaatan pati singkong untuk padamkan kebakaran, ini penjelasan peneliti dari SV Undip
28 August 2026 19:20 WIB
Pemprov Jateng dorong transformasi sektor perhubungan berbasis ekonomi hijau
24 August 2026 22:58 WIB
Kemkomdigi perkuat infrastruktur digital untuk digitalisasi perlindungan sosial
14 August 2026 18:51 WIB
Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PLN tegaskan kesiapan dukung era kendaraan listrik
04 August 2026 20:19 WIB
Tim PKM-KC UMS inisiasi NECIS, alat penghancur limbah jarum suntik berbasis IOT
31 July 2026 17:39 WIB
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Cara pantau CCTV analog via smartphone tanpa perlu beli perangkat baru
24 April 2025 16:29 WIB, 2025
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024