IHSG Dibuka Naik Tipis 4,03 Poin
Selasa, 28 Oktober 2014 10:40 WIB
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,01 poin (0,12 persen) ke level 852,35.
"Mayoritas bursa Asia, termasuk indeks BEI hari ini bergerak terbatas di tengah antisipasi investor terhadap hasil kebijakan dari pertemuan bank sentral AS (The Fed) pada pekan ini," kata analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri di Jakarta, Selasa.
Selain itu, menurut dia, dari dalam negeri, pasar akan mencermati kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi yang diekspektasikan sebesar Rp3,000 dan diberlakukan pada 1 November 2014.
Selain itu, pasar juga sedang mencermati sejumlah kinerja emiten periode kuartal III 2014.
"Situasi pasar yang wait and see, IHSG kami perkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah," katanya.
Kepala Riset Recapital Securities Andrew Argado menambahkan bahwa sebagian kinerja emiten yang telah dirilis mengalami perlambatan. Untuk kinerja bank BUMN masih mengalami pertumbuhan "double digit", namun bank non BUMN cenderung mengalami penurunan kinerja.
"Itu merupakan salah satu indikasi bahwa pada kuartal III 2014 memang terjadi perlambatan," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pasar juga sedang menanti kebijakan Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam mengantisipasi sentimen eksternal seperti perlambatan ekonomi global serta kenaikan suku bunga AS (Fed rate) pada 2015 mendatang.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguat terbatas bergerak di kisaran 5.000-5.050 poin," katanya.
Sementara itu terpantau pada pukul 10.30 WIB, IHSG BEI bergerak balik arah ke area negatif atau melemah sebesar 15,52 poin (0,31 persen) menjadi 5.008,78 poin.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 96,82 poin (0,42 persen) ke 23.140,05, indeks Nikkei turun 92,92 poin (0,60 persen) ke 15.295,80, dan Straits Times melemah 15,08 poin (0,48 persen) ke posisi 3.210,23.
"Mayoritas bursa Asia, termasuk indeks BEI hari ini bergerak terbatas di tengah antisipasi investor terhadap hasil kebijakan dari pertemuan bank sentral AS (The Fed) pada pekan ini," kata analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri di Jakarta, Selasa.
Selain itu, menurut dia, dari dalam negeri, pasar akan mencermati kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi yang diekspektasikan sebesar Rp3,000 dan diberlakukan pada 1 November 2014.
Selain itu, pasar juga sedang mencermati sejumlah kinerja emiten periode kuartal III 2014.
"Situasi pasar yang wait and see, IHSG kami perkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah," katanya.
Kepala Riset Recapital Securities Andrew Argado menambahkan bahwa sebagian kinerja emiten yang telah dirilis mengalami perlambatan. Untuk kinerja bank BUMN masih mengalami pertumbuhan "double digit", namun bank non BUMN cenderung mengalami penurunan kinerja.
"Itu merupakan salah satu indikasi bahwa pada kuartal III 2014 memang terjadi perlambatan," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pasar juga sedang menanti kebijakan Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam mengantisipasi sentimen eksternal seperti perlambatan ekonomi global serta kenaikan suku bunga AS (Fed rate) pada 2015 mendatang.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguat terbatas bergerak di kisaran 5.000-5.050 poin," katanya.
Sementara itu terpantau pada pukul 10.30 WIB, IHSG BEI bergerak balik arah ke area negatif atau melemah sebesar 15,52 poin (0,31 persen) menjadi 5.008,78 poin.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 96,82 poin (0,42 persen) ke 23.140,05, indeks Nikkei turun 92,92 poin (0,60 persen) ke 15.295,80, dan Straits Times melemah 15,08 poin (0,48 persen) ke posisi 3.210,23.
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mentan Amran mencopot 13 pejabat eselon Kementan diduga terlibat main "judol"
31 August 2026 10:16 WIB
Presiden Prabowo minta dalami dugaan ikatan pembakar lahan dengan korporasi
24 August 2026 14:10 WIB
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Sedekah Sampah Memotivasi Masyarakat lebih Mencintai Lingkungan dan Beramal
12 February 2017 14:35 WIB, 2017
Emil: Subuh Waktu Optimal Sampikan Pesan, Karena Otak Manusia belum Termanipulasi Hal Negatif
12 February 2017 14:29 WIB, 2017
Ketinggian Air Bendung Katulampa Naik Namun Masih Siaga Tiga Banjir
12 February 2017 14:06 WIB, 2017
Istiqlal Tak Mampu Tampung, Lautan Massa 112 Meluap ke Lapangan Banteng
11 February 2017 12:30 WIB, 2017