Dalam ajang tahunan bertajuk "The 3rd Indonesia Public Relations and Summit 2014 (IPRAS)” yang digelar di Yogyakarta pada 16 - 17 Oktober 2014, Alfamart melalui program Alfamart Class berhasil meraih Penghargaan Program Public Relations Terbaik 2014 untuk kategori Korporasi.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua SPS Pusat Bambang Halilintar kepada President Director Alfamart Hans Prawira sebagai pemenang PR terbaik 2014 pada acara IPRAS 2014 di Yogyakarta, 17 Oktober 2014.

IPRAS merupakan forum tahunan sebagai puncak program tentang kehumasan selama satu tahun terakhir. IPRAS 2014 kali ini bertemakan `Reputasi Bangsa di Era Pemimpin Baru`. Acara yang digelar di Sahid Rich Jogya Hotel dihadiri oleh ratusan praktisi kehumasan dari seluruh Indonesia. Ketua Umum SPS Pusat, Dahlan Iskan yang rencananya akan hadir, akhirnya terlambat dan membatalkan karena harus menghadiri acara dengan Presiden.

Alfamart Class terpilih setelah melalui proses panjang, mulai dari seleksi hingga presentasi program di hadapan para juri yang profesional di bidangnya, yakni Prita A. Gani Ketua Umum Perhumas, Bambang Halilintar Ketua SPS Pusat, dan Ahmad Djauhar Sekretaris Jendral SPS Pusat.

Menurut Bambang Halilintar, Alfamart memiliki reputasi yang baik, memberikan inspirasi, memiliki gagasan kreatif dan inovatif. Selain itu, Alfamart juga mempunyai program dan kinerja yang baik dan bermanfaat bagi perusahaan, masyarakat dan pemerintah.

"Keberhasilan suatu perusahaan tidak lepas dari pencitraan perusahaan melalui program yang kreatif, inovatif yang dapat meningkatkan reputasi dan kinerja perusahaan dengan baik. Alfamart mampu membuktikan hal itu lewat program Alfamart Class," katanya.

Hans menjelaskan Program Alfamart Class merupakan program kerja sama antara perusahaan dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terpilih untuk mendidik siswa menjadi lulusan yang siap bekerja dengan tetap mengacu pada peraturan dan ketentuan pendidikan nasional. Program Alfamart Class hadir dengan tujuan untuk menciptakan keselarasan program pendidikan SMK.

"Program Alfamart Class diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan mampu diserap oleh industri ritel. Tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan tenaga kerja lulusan SMK yang berkompeten dan siap pakai. Kami berharap program ini dapat membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran," jelas Hans.

Hans menambahkan, selain kurikulum program ini juga menyediakan Laboratorium Ritel di setiap sekolah yang telah bekerja sama. “Instalasi laboratorium ritel yang ada saat ini telah dirancang dan dibangun oleh Perusahaan dengan bentuk laboratorium yang sama persis seperti toko Alfamart, tentunya diharapkan siswa dapat merasakan kondisi kerja di industri ritel sebenarnya pada saat melakukan pratikum (life laboratory),” pungkasnya.***(ksm)