"Kabupaten Cilacap memiliki wilayah paling luas di Jawa Tengah, tetapi populasi sapi potongnya terkecil di Jateng, hanya sekitar 21 ribu ekor," kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Cilacap Suprayitno, di Cilacap, Selasa.

Suprayitno mengatakan hal itu kepada wartawan di sela-sela Pelatihan Pemanfaatan Rumput dari Area Pertamina Refinery Unit IV Cilacap dan Pemberdayaan Peternakan Sapi yang digelar Pertamina RU IV Cilacap bersama BP2KP Cilacap dan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto di Gedung Persatuan Wanita Patra, Cilacap.

Menurut dia, minimnya peternakan sapi potong itu disebabkan keterbatasan anggaran dari APBD Kabupaten Cilacap dan kurangnya dukungan anggaran dari APBD Provinsi Jateng maupun APBN.

"Dukungan anggaran ini diperlukan karena modal usaha peternakan sapi potong cukup besar, biasanya ternak sapi digeluti oleh petani kelas menengah ke atas. Kalau masalah sumber daya manusianya sebenarnya mencukupi, hanya kurang dukungan anggaran saja," katanya.

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini sentra peternakan sapi potong di Kabupaten Cilacap sebagian besar berada di wilayah timur seperti Kecamatan Adipala dan Binangun.

Padahal, kata dia, wilayah barat Kabupaten Cilacap seperti Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, dan Majenang sangat potensial untuk pengembangan budi daya sapi potong karena ketersediaan hijauan pakan ternak cukuo banyak.

Oleh karena itu, lanjut dia, peluang usaha peternakan sapi potong masih sangat terbuka di Cilacap khususnya wilayah barat.


Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026