Kelompok Separatis Tembak Jatuh Pesawat Tempur SU-25 Ukraina
Kamis, 21 Agustus 2014 7:37 WIB
Pesawat tempur Sukhoi Su-25 Rusia. (REUTERS/Stringer)
Hingga kini belum diketahui apakah pilot tersebut mampu keluar dari pesawat atau tewas dalam kecelakaan itu, kata juru bicara Andriy Lysenko kepada Televisi Channel 112.ua., Ukraina, lapor Reuters dan KUNA.
Sementara itu sebelumnya, dari Brussels Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko melalui telepon untuk membahas kejadian-kejadian terkini di Ukraina.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Barroso Selasa, ia menyatakan keprihatinannya atas situasi keamanan dan mengutuk penembakan terhadap konvoi pengungsi.
Barosso mendesak penyelidikan atas insiden itu dan mengingatkan perlunya melindungi warga sipil.
Dia menggarisbawahi perlunya untuk menghentikan permusuhan di perbatasan dan aliran senjata serta personil dari Rusia ke Ukraina.
Menurut laporan-laporan media, satu konvoi pengungsi diserang di wilayah Luhansk, Ukraina timur, pada Senin dan dilaporkan 15 mayat sejauh ini telah ditemukan di tempat kejadian.
Sementara itu sebelumnya, dari Brussels Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso berbicara dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko melalui telepon untuk membahas kejadian-kejadian terkini di Ukraina.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Barroso Selasa, ia menyatakan keprihatinannya atas situasi keamanan dan mengutuk penembakan terhadap konvoi pengungsi.
Barosso mendesak penyelidikan atas insiden itu dan mengingatkan perlunya melindungi warga sipil.
Dia menggarisbawahi perlunya untuk menghentikan permusuhan di perbatasan dan aliran senjata serta personil dari Rusia ke Ukraina.
Menurut laporan-laporan media, satu konvoi pengungsi diserang di wilayah Luhansk, Ukraina timur, pada Senin dan dilaporkan 15 mayat sejauh ini telah ditemukan di tempat kejadian.
Pewarta : -
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengacara: Hadi Joban bukan Separatis tetapi Kerap Bela Hak-Hak Kemanusiaan
15 December 2016 15:47 WIB, 2016
Kalla: Memberantas Separatis di Filipina Selatan lebih Sulit daripada Aceh
31 August 2016 12:11 WIB, 2016
Menhan Paparkan Keberadaan 10 WNI Disandera Kelompok Separatis Abu Sayyaf
18 July 2016 14:59 WIB, 2016
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Prancis: Keputusan Donald Trump "Risiko Serius" bagi Tatanan Perdagangan Global
01 February 2017 6:29 WIB, 2017