Logo Header Antaranews Jateng

REI: Angka Backlog Rumah Terus Meningkat

Kamis, 12 Juni 2014 17:08 WIB
Image Print
ilustrasi

"Sejak 2010 ada 13,6 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri sementara itu per tahun ini angka 'backlog' untuk nasional mencapai 15 juta," jelasnya di Semarang, Kamis.

Menurutnya Pemerintah harus segera mengambil langkah penanganan terkait kondisi tersebut karena jika dibiarkan angka 'backlog' akan semakin tinggi.

"Akibatnya ribuan rumah tangga terpaksa tidak memiliki rumah tinggal tetap karena persediaan rumah sendiri tidak terpenuhi," jelasnya.

Menurutnya di setiap tahun jumlah rumah tangga baru mencapai 800 ribu sedangkan Pemerintah baru bisa mencukupi 300 ribu-400 ribu unit rumah atau 50 persen per tahun.

"Dari tota tersebut REI berkontribusi 200-250 ribu unit rumah per tahun untuk rumah kelas menengah, menengah atas, dan mewah," jelasnya.

Eddy mengatakan jika tidak ada penanganan serius dari Pemerintah maka pada 2025 angka 'backlog' rumah akan mencapai 30 juta unit dengan tambahan per tahunnya mencapai 1,2 juta unit.

Sementara itu Deputi Komersial BTN Cabang Semarang Ricky RS Patinggi mengatakan ke depan prospek properti sangat baik, mengenai 'backlog' tersebut Kemenpera sudah melakukan terobosan salah satunya lebih mengoptimalkan pembangunan rumah susun.

"Sekarang ini kan lahan semakin terbatas dan harganya terus naik sehingga untuk memenuhi rumah tapak sejahtera akan semakin terbatas jadi saat ini dikembangkan lewat rumah susun," urainya.

Menurutnya jika tanah seluas 1.000 m2 hanya bisa digunakan untuk pembangunan rumah sederhana tidak lebih dari 50 unit untuk rumah susun dengan bentuk tower bisa mengakomodasi hingga 250 unit.

"Untuk memuluskan rencana Pemerintah tersebut kami sebagai perbankan terus melakukan dukungan dari segi pendanaan," katanya.



Pewarta:
Editor: hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026