
Pengembang Perumahan Siap Layani Sektor Informal

"Mengenai program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) untuk sektor informal ini REI Jateng sangat mendukung," ujar Wakil Ketua Bidang Rumah Sederhana DPD REI Jawa Tengah Andi Kurniawan di Semarang, Rabu.
Sektor informal yang dimaksud di antaranya pedagang pasar dan kaki lima namun demikian secara teknis rencana tersebut masih dibicarakan di tingkat pusat.
"Intinya segmentasi dari FLPP ini adalah mereka yang non bankable, kesulitan mendapatkan fasilitas kredit dari bank," jelasnya.
Andi mengatakan tanpa bantuan dari Pemerintah salah satunya melalui program FLPP tentu sektor informal akan kesulitan memenuhi kebutuhan akan papan.
"Harapannya harga rumah bisa lebih rendah dari RP105 juta, angka tersebut kan batas maksimal, dengan strategi yang diterapkan bisa saja harga tidak sampai segitu," jelasnya.
Untuk menekan harga salah satunya bisa dengan membangun rumah di lokasi yang berada jauh dari kota namun fasilitas transportasi tetap memadai.
"Mereka ini tidak bekerja dengan waktu yang ditentukan, misalnya pedagang bisa menjual mulai siang sehingga jika lokasi jauh dengan tipe rumah yang bisa diturunkan maka akan menekan harga," jelasnya.
Andi berpendapat lembaga keuangan tetap akan tertarik mendukung program tersebut namun dengan sistem pembayaran yang lebih ringan.
"Sistem pembayaran yang bisa dilakukan misalnya dengan cara pembayaran mingguan, saya kira pedagang akan mampu melakukannya," ujarnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
