Logo Header Antaranews Jateng

Tenaga Honorer Kudus: Usut Manipulasi Data K-2

Selasa, 15 April 2014 14:27 WIB
Image Print
Ilustrasi

Aksi unjuk rasa puluhan tenaga honorer di Alun-alun Kudus tersebut, dimulai pukul 13.30 WIB.

Dalam menggelar aksi, selain berorasi para pengunjuk rasa juga menyebarkan sejumlah selebaran yang berisi tentang dugaan manipulasi dalam pendataan tenaga honorer kategori II.

Para pengunjuk rasa juga mengusung sejumlah poster yang dan spanduk yang berisi tuntutan pengusutan dugaan manipulasi data tenaga honorer kategori II.

"Seharusnya, kepala daerah mengajarkan sikap kejujuran kepada bawahannya maupun masyarakat," kata salah seorang orator aksi yang juga Ketua Konsorsium Masyarakat Untuk Kudus Bersih (KMKB), Sururi Mujib, di Kudus, Selasa.

Terhadap tenaga pendidik, kata dia, harusnya juga menjadi contoh bagi anak didiknya, terutama dalam hal kejujuran, bukannya membohongi diri sendiri maupun masyarakat serta menghalalkan segala cara untuk mendapatkan status CPNS.

Untuk itu, kata dia, tenaga honorer kategori II yang terbukti melakukan rekayasa dan memalsukan data agar mengundurkan diri dari status guru, karena tindakannya telah mengotori dunia pendidikan.

Apalagi, lanjut dia, ada pengakuan secara langsung dari Wakil Bupati Kudus, bahwa ditemukan tenaga honorer kategori II melakukan rekayasa dan memalsukan data.

"Seharusnya, ada tindakan nyata dengan memberikan sanksi pencopotan jabatan bagi yang terlibat pemalsuan data," ujarnya.

Jika dipaksakan ada pemberkasan tenaga honorer kategori II yang diduga siluman, kata dia, bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian daerah harus berani membuat pernyataan surat keterangan tanggung jawab mutlak di atas meterai tentang kebenaran data yang ada pada tenaga honorer.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, terdapat 504 orang yang mengikuti tes seleksi CPNS 2014, sebanyak 206 orang di antaranya lolos seleksi tes CPNS.

Akan tetapi, dari jumlah yang lolos hanya 33 orang tenaga honorer yang benar-benar sesuai fakta dan data tenaga honorer kategori dua.

Selebihnya,sebanyak 173 orang merupakan tenaga honorer siluman yang diselundupkan oleh pejabat pemkab setempat.

KMKB menemukan fakta adanya manipulasi data tanggal mulai tugas (TMT) pegawai yang seharusnya tercatat tahun 2006, ternyata diubah menjadi tahun 2003.

Kejanggalan lainnya, yakni banyaknya tenaga honorer yang tahun ijazahnya sama dengan waktu mulai diangkat dan mendapatkan surat keputusan TMT.



Pewarta:
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026