
PDIP Unggul dalam Hitung Cepat

Bila posisi hasil survei ini kelak sama dengan penghitungan KPU, berarti PDIP pada Pemilu 2014 sukses mengambil takhta juara yang sempat digenggam pada Pemilu 1999, namun kemudian diambil alih Partai Golkar pada 2004 dan Partai Demokrat pada 2009.
Kemenangan PDIP tersebut sesuai dengan prediksi banyak pengamat sebelumnya yang mengungkapkan bahwa partai banteng moncong putih tersebut bakal meraup suar paling banyak.
Meskipun demikian, sejumlah lembaga survei juga menunjukkan bahwa raihan PDIP masih di bawah 20 persen, patokan minimal untuk mengusung calon presiden sendiri.
Perhitungan final memang masih jauh, namun gambaran perolehan suara yang didapat oleh lembaga survei independen biasanya persentasenya tidak meleset jauh.
Survei yang dilakukan RRI pada Rabu hingga pukul 16.39 WIB menunjukkan PDIP meraih 18,74 persen suara, sedangkan survei Kompas menyebut peraihan suara PDIP 19,68 persen ketika jumlah sampel masuk sebanyak 34 persen.
Dari laporan dari berbagai tempat pemungutan suara di Jawa Tengah diperoleh keterangan bahwa PDIP meraih kemenangan. Jawa Tengah selama ini memang dikenal sebagai kandang banteng alias penyumbang suara di tingkat nasional.
Sementara itu Partai Demokrat di Jawa Tengah yang pada Pemilu 2009 berada di posisi kedua di bawah PDIP diperkirakan bakal mengalami penurunan perolehan suara. Sebagian suara Demokrat menyeberang ke Gerindra, Hanura, dan PDIP. Penurunan ini dipicu kasus korupsi yang membelit sejumlah kader Demokrat.
Sebelumnya bakal capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) menyatakan partainya bakal menang tebal dalam Pemilu Legislatif 2014. Apa yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta itu memang tidak terlalu meleset, namun sebenarnya komposisi kursi di parlemen nanti juga akan ditentukan oleh persebaran perolehan suara di masing-masing daerah pemilihan.
Golkar yang dalam berbagai survei kali in berada di posisi kedua memiliki dukungan kuat dari luar Jawa, sedangkan PDIP mengumpulkan suaranya paling banyak di Jawa, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Padahal "harga" kursi DPR RI antara Jawa dengan luar Jawa jauh lebih "mahal" di Jawa karena bilangan pembagi pemilihnya lebih besar.
Pewarta: Achmad Zaenal M
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
