Logo Header Antaranews Jateng

Sekolah Didorong Budidayakan Tanaman Organik

Senin, 6 Januari 2014 13:56 WIB
Image Print
Ilustrasi - Penyaji dari FAM Organik Donor Rahayu (2kiri) memberi pelatihan kepada warga cara bercocok tanaman organik sehat menggunakan media tanam dari limbah pabrik tahu, di Bandung, Jabar, Sabtu (18/2). Pelatihan dasar Menyemai & Menyapih yang bi


"Ini bentuk dukungan untuk menyukseskan program kampung organik di kota kita ini," katanya saat kunjungan ke SD Negeri Kramat 1 Kota Magelang di Magelang, Senin.

Sekolah tersebut sejak beberapa waktu lalu membudidayakan berbagai jenis tanaman secara organik, seperti cabai, sawi, kubis, terong, dan loncang.

Ia menyampaikan apresiasi kepada sekolah itu atas program tanaman organik yang mereka kelola dengan baik.

"Selain menjadi bagian pendidikan kepada para siswa, diharapkan juga menjadi contoh untuk sekolah lain dan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan hasil panenan tanaman sayuran itu bisa untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Tanaman harus dipelihara dan dirawat dengan baik. Tularkan kepada siapa pun agar budi daya tanaman organik bisa bermanfaat untuk semua warga," katanya.

Pemkot Magelang melaksanakan program kampung organik dengan tujuan, antara lain untuk pemberdayaan masyarakat dan mendukung pencapaian penghargaan Adipura Kencana.

Hingga saat ini, tiga di antara 17 kelurahan sudah melaksanakan program tersebut, yakni RW08, Kampung Legoksari, Kelurahan Wates, RW04, Kampung Bodongan, Kelurahan Kramat Selatan, dan RW04, Kelurahan Tidar Selatan.

Ia menjelaskan bahwa warga yang tinggal di kampung organik mengelola lingkungan sekitarnya secara optimal, antara lain menyangkut lingkungan biotik, abiotik, sanitasi, ekonomi, sosial, dan budaya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026