Logo Header Antaranews Jateng

10 Ribu Anak Ikuti Hari Anak Misioner

Minggu, 5 Januari 2014 20:53 WIB
Image Print
Uskup Agung Semarang Monsinyur Johannes Pujasumarta di tengah umat, setelah memimpin misa kudus perayaan Hari Anak Misioner Sedunia ke-171 di halaman Museum Misi Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (5/1). Sekitar 10 ribu anak dari berbagai tempat di

Perayaan yang ditandai dengan Temu Raya Pendalaman Iman Anak dan Pendalaman Iman Remaja se-Keuskupan Agung Semarang itu, dalam bentuk misa kudus dengan konselebran utama Uskup Agung Semarang Monsinyur Johannes Pujasumarta.

Pada kesempatan itu, Uskup Puja didampingi oleh Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia (KKI) Romo Romanus Emmanuel Harjito, Direktur Diosesan KKI Keuskupan Agung Semarang Romo Markus Nur Widipranoto, Kepala Gereja Paroki Muntilan Romo Vincentius Suryo Suryatmo, dan para imam Katolik di keuskupan setempat.

Dalam khotbah, Uskup Puja mengemukakan peranan penting anak sebagai masa depan kehidupan umat manusia.

"Anak memiliki masa depan, kalau keluarga tidak mencintai anak, keluarga itu tidak memiliki masa depan. Kalau bangsa ini tidak mencintai anak, tidak memiliki masa depan," katanya.

Ia menyebut anak-anak sebagai bintang pada zaman ini, sebagaimana bintang yang telah menunjukkan jalan kepada para raja dari timur hingga menjumpai bayi Yesus di Betlehem, dalam peristiwa Natal.

Ia mengemukakan pentingnya pendampingan secara berkelanjutan dan dengan semangat persaudaraan orang dewasa terhadap anak-anak agar mampu melaksanakan peran misionernya untuk keselamatan manusia.

"Anak-anak itu adalah bintang yang cemerlang, menjadi petunjuk untuk kita semua datang kepada Yesus. Supaya kita memiliki pengetahuan, kecerdasaran, hati terbuka untuk kehendak peziarahan kepada Yesus Kristus," katanya.

Pada kesempatan itu, Uskup Puja juga mengemukakan pentingnya setiap manusia memiliki pengetahuan yang cukup, yang mampu menggerakkan hati guna melakukan sesuatu yang berguna untuk kebaikan sesama.

Romo Harjito usai misa kudus itu, mengharapkan Hari Anak Misioner Sedunia Ke-171 menjadi momentum yang baik dalam menggerakkan anak-anak agar memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana mereka melaksanakan tugas misionernya.

"Agar media sosial, gadget, telepon seluler, bukan sekadar untuk celotehan, akan tetapi ada misi tertentu," katanya.

Ia mengatakan bahwa tugas misioner bukan hanya oleh kaum berjubah, akan tetapi juga seluruh umat terbaptis, termasuk anak-anak.

Anak-anak, katanya, bisa menjadi contoh kebaikan, seperti kejujuran dan persaudaraan kepada orang-orang di sekitarnya.

Perayaan Hari Anak Misioner Sedunia Ke-171 oleh Keuskupan Agung Semarang, antara lain juga ditandai dengan pementasan kesenian, edukasi misioner, dan pengenalan kepada anak-anak terhadap para tokoh misi Jawa pada masa lampau.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026