
Belasan Warga Pekalongan Idap Chikungunya

Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Suwondo di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa pemkab telah menerima laporan terkait merebaknya chikungunya yang menyerang warga.
"Penyakit yang disebabkan melalui gigitan nyamuk itu tidak hanya menyerang warga Desa Proto saja melainkan juga desa lainnya seperti Dadi Rejo, Kecamatan Tirto dan Sidorejo, Kecamatan Kesesi," katanya.
Menurut dia, penyebab chikungunya adalah sejenis virus yang ditularkan melalui vektor, yaitu nyamuk Aedes aegypti yang juga menularkan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
"Hanya saja, chikungunya tidak sampai mematikan penderita dan berbeda seperti DBD," katanya.
Ia mengatakan tanda gejala chikungunya, antara lain tubuh mendadak demam yang diikuti persendian dan tulang terasa pegal.
Sedang penanggulangan penyakit tersebut, kata dia, memberantas nyamuk dengan cara 3M, yaitu menutup bak mandi atau sumber genangan air, menguras air bak mandi sedkitnya seminggu sekali, dan menimbun barang yang dapat menyimpan air untuk tempat sarang nyamuk.
"Jadi penyemprotan atau fogging, adalah upaya terakhir. Akan tetapi masyarakat biasanya tidak sabar sehingga meminta petugas melakukan fogging saat terkena penyakit itu," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
