Logo Header Antaranews Jateng

September, Jateng Alami Deflasi 0,72 Persen

Selasa, 1 Oktober 2013 16:25 WIB
Image Print
Ilustasi - Pedagang sembako di pasar (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)


"Hilangnya pengaruh dampak kenaikan BBM menjadi salah satu faktor deflasi pada September ini," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari di Semarang, Selasa.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar inflasi adalah bawang merah, tarif angkutan antarkota, telur ayam ras, angkutan udara, dan cabai merah.

Sementara komoditas yang memberikan sumbangan terbesar inflasi adalah minyak goreng, emas perhiasan, tempe, rokok kretek filter, dan tukang bukan mandor.

Jam Jam menjelaskan penurunan harga ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,16 persen; dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,37 persen.

Sementara yang mengalami kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,62 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,21 persen; kelompok sandang sebesar 1,79 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,31 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,50 persen.

"Kami berharap tiga bulan ke depan inflasi dapat terkendali, tidak terjadi gejolak kenaikan harga," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026