
Stok BBM di Karimunjawa Mulai Normal

"Permasalahan yang terjadi sebelumnya, karena ada kapal nelayan yang mengangkut BBM ditahan oleh Polisi Air karena tidak mengantongi surat rekomendasi pembelian BBM sesuai ketentuan serta surat kecakapan kapal (SKK)," ujarnya di Jepara, Kamis.
Atas kejadian tersebut, lanjut dia, banyak nelayan yang sebelumnya mengangkut BBM enggan berlayar ke Jepara untuk membeli BBM, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Karimunjawa.
Saat ini, lanjut dia, persoalan tersebut sudah diselesaikan dengan sejumlah pihak terkait.
Hasil pertemuan dengan beberapa pihak, termasuk pihak kepolisian, katanya, rekomendasi pembelian BBM jenis solar untuk nelayan harus diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara.
Sedangkan pembelian BBM jenis premium, harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perhubungan Jepara.
Agar proses pendistribusiannya lancar, menurut dia, nakhoda harus melengkapi pula dengan SKK, agar peristiwa kapal pengangkut BBM ditahan karena tidak mengantongi SKK serta surat kelengkapan lainnya.
Khusus untuk solar, katanya, sudah tersedia cukup, sehingga tidak ada permasalahan bagi nelayan yang hendak melaut.
Sementara untuk stok premium belum sepenuhnya membaik, meskipun stok premium di masyarakat sudah tersedia.
"Kami yakin, secara bertahap stok premium di pasaran akan kembali pulih seperti sebelumnya, karena para agen premium harus membiasakan diri melengkapi rekomendasi dari instansi terkait," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
