Logo Header Antaranews Jateng

Harga Sembako Dipantau

Kamis, 13 Juni 2013 05:26 WIB
Image Print
ilustrasi

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan Wismo Adityo di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa monitoring itu sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga sembako yang tidak wajar dan kelangkaan sejumlah komoditas pangan tersebut.

"Meski tidak diketahui secara pasti alasan kenaikan sembako di pasaran. Akan tetapi kami menduga kenaikan harga sembako, telur, minyak goreng, dan beras berhubungan dengan rencana kenaikan BBM," katanya.

Ia mengatakan monitoring itu juga dilakukan di tingkat penyuplai barang ke berbagai pasar tradisional.

Seorang pedagang sembako di daerah itu, Amalia, mengatakan bahwa kenaikan harga sembako kemungkinan karena permintaan dari masyarakat untuk keperluan hajatan dan persiapan stok menjelang Ramadhan, serta terkait dengan rencana kenaikan harga BBM.

"Hampir sepekan terakhir ini harga berbagai bahan kebutuhan pokok sudah mulai ada kenaikan bervariasi. Kenaikan itu kemungkinan juga dipicu adanya rencana pemerintah menaikkan harga BBM dan faktor lainnya," katanya.

Harga telur yang semula Rp14 ribu per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp17 ribu, minyak goreng Rp9.500 naik menjadi Rp10 ribu, dan beras kualitas sedang semula Rp7.300 naik menjadi Rp7.500.

Selain sembako, harga beberapa komoditas sayuran, seperti cabai merah dan cabai rawit, tomat, wortel, dan kol juga mulai naik.

"Harga cabai merah semula hanya Rp16 ribu per kilogram kini melambung Rp26 ribu. Rencana kenaikan harga BBM bersubsidi belum terealisasi tetapi hampir semua komoditas sembako dan sayuran sudah mengalami kenaikan," katanya.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026