Logo Header Antaranews Jateng

Angka Kelulusan UN SMA Naik

Jumat, 24 Mei 2013 06:32 WIB
Image Print
Mendikbud M. Nuh (kedua kiri) didampingi Dirjen Dikmen Kemendikbud Hamid Muhammad (kiri), Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Aman Wirakarta Kusuma (kedua kanan), Koordinator Ujian Nasional, Djemari Mardapi (kanan) memberikan keterangan k

"Pelaksanaan UN jenjang SMA dan MA tahun ini diikuti sebanyak 159.586 siswa, dengan angka kelulusan yang mencapai 99,922 persen," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng Kartono di Semarang, Kamis malam.

Dibandingkan kelulusan UN jenjang sama tahun lalu memang ada peningkatan, kata dia, mengingat kelulusan UN SMA dan MA tahun lalu hanya 99,788 persen dari total peserta 156.466 siswa dan 332 siswa dinyatakan tidak lulus.

Sementara untuk UN jenjang sekolah menengah kejuruan, kata dia, tingkat kelulusan mencapai sebesar 99,754 persen dari total peserta sebanyak 175.008 siswa dan sebanyak 554 siswa dinyatakan tidak lulus UN.

Berbeda dengan kelulusan UN jenjang SMA yang naik, ia mengakui tingkat kelulusan UN SMK tahun ini memang menurun, mengingat kelulusan UN jenjang pendidikan kejuruan itu tahun lalu mencapai 99,92 persen.

Menurut dia, bobot dan variasi soal UN pada tahun ini memang meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu dengan variasi soal UN yang mencapai 20 paket, sementara pada UN tahun lalu hanya membagi lima paket soal.

Meski demikian, kata dia, berkaitan dengan prestasi, ada salah satu siswa dari Jateng berhasil menempati peringkat dua besar UN secara nasional, yakni Aditya Agam Nugraha dari SMA Negeri 1 Kota Surakarta.

Sesuai prosedur operasional standar (POS) UN 2013, kata dia, peserta didik dinyatakan lulus apabila rata-rata nilai akhir dari seluruh pelajaran sebesar 5,5 dengan nilai tiap mata pelajaran minimal 4.

"Sementara untuk SMK ditambah nilai kompetensi keahlian minimal sebesar 6. Hari ini, kami serahkan daftar kolektif hasil ujian nasional (DKHUN) ke Disdik kabupaten/kota. Besok (24/5) diumumkan di tingkat sekolah," katanya.

Kartono menambahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disdik kabupaten/kota berkaitan dengan pengumuman kelulusan UN di daerah agar dilakukan pada sore hari untuk mencegah perayaan UN dengan cara "euforia".



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026