
Solar Dibatasi, Organda Ancam Mogok Operasi

Ketua DPC Organda Boyolali, Tulus Budiono, di Boyolali, Kamis, menjelaskan stok BBM solar di sejumlah SPBU di Boyolali dan daerah lainnya di Jateng, jika masih sulit atau terbatas, maka angkutan umum akan terus merugi.
Menurut dia, jika stok solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sering kosong beberapa minggu ini. Dan, jika stok masih harus antrean panjang serta harus perlu waktu selam dua hingga tiga jam, setelah itu persediaan habis.
Padahal, kata dia, angkutan umum jika harus melakukan antrean panjang dan waktunya habis untuk mengisi solar, maka mereka akan mengalami kerugian.
"Karena, pembelian solar dibatasi, angkutan umum harus membeli tiga kali dengan tempat yang berbeda," katanya.
Bahkan, solar buka hanya untuk angkutan umum saja yang dirugikan, tetapi juga sangat dibutuhkan para petani dalam menggarap sawahnya, dan nelayan untuk melaut.
Kendati demikian, pihaknya berharap pemerintah segera menambah kuota solar untuk Boyolali khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya. Karena, wilayah Jateng merupakan titik dimana angkutan umum yang melintas baik dari Jawa Barat maupun Jawa Timur mulai kehabisan BBM dan harus mengisi kendaraan.
Sehingga, kuota untuk Jawa Tengah juga diambil kendaraan dari daerah Jabar dan Jatim. Sehingga, jika solar stoknya terbatas akan mengganggu perjalanan mereka.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
