Logo Header Antaranews Jateng

Solar Langka, Pembelian Dibatasi Rp100 Ribu

Rabu, 27 Maret 2013 15:34 WIB
Image Print
Antrean truk dan angkutan umum menunggu pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar subsidi di SPBU Mata Air, Padang, Sumbar, Rabu (20/3). Pengemudi truk dan kendaraan lainnya memilih menunggu pasokan solar bersubsidi sejak Selasa (19/3), menyusul d

Berdasarkan pantauan di beberapa SPBU di Temanggung, Rabu, sejumlah bus, truk, dan pikap terlihat antre di SPBU Kowangan dan Parakan.

Kandar, petugas SPBU Kowangan, mengatakan, dalam sepekan terakhir, pasokan solar bersubsidi dikurangi.

Ia menyebutkan biasanya SPBU ini mendapat pasokan satu tangki solar bersubsidi per hari. Namun, belakangan pasokan solar berkurang menjadi satu tangki untuk dua hari. Solar bersubsidi dijual seharga Rp 4.500 per liter.

Ia mengatakan bahwa berkurangnya pasokan solar bersubsidi menyebabkan antrean kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar. Antrean terjadi sejak pagi hingga siang hari.

"Saat ini, persediaan masih ada, tetapi beberapa jam lagi mungkin solar sudah habis karena pasokannya kurang. Biasanya sehari dapat satu tangki, tetapi sekarang sudah dua hari pasokan belum datang lagi," katanya.

Adi, petugas SPBU Kowangan, menuturkan, mulai Rabu (27/3) diberlakukan pembatasan pembelian solar subsidi bagi konsumen.

"Pembelian solar setiap kendaraan dibatasi hanya Rp100 ribu untuk pemerataan selama persediaan masih ada," katanya.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026