
Vihara Tri Ratna Tertimpa Longsor

"Berdasarkan laporan yang kami terima, peristiwa tersebut terjadi tadi malam (Jumat, red.) di saat hujan lebat disertai angin," katanya kepada Antara, di Cilacap, Sabtu malam.
Menurut dia, bencana longsor tersebut diduga akibat pohon-pohon besar yang tumbuh di Gunung Srandil tidak mampu menahan angin kencang hingga akhirnya tumbang dan menimpa bangunan vihara di bawahnya.
Bahkan, kata dia, bongkahan batu Gunung Srandil turut longsor sehingga menimpa bangunan vihara.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut dan jumlah kerugian masih dihitung.
Sementara itu, saat ditemui wartawan, juru rawat Vihara Tri Ratna mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat (22/2) sekitar pukul 20.30 WIB.
"Saat itu terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang berlangsung sejak pukul 20.10 WIB. Saya mendengar suara 'kraak' dari arah kompleks Mandala Giri Gunung Srandil," katanya.
Setelah meminta anak dan istrinya keluar rumah karena khawatir terjadi sesuatu, dia segera mendatangi kompleks Mandala Giri Gunung Srandil.
Sesampainya di tempat itu, dia mengaku terkejut karena melihat bangunan utama Vihara Tri Ratna yang berada tepat di bawah Gunung Srandil telah hancur tertimpa longsoran berupa batu dan pohon.
"Saya segera menginformasikan musibah ini kepada masyarakat sekitar dan pemerintah desa yang diteruskan ke Kepolisian Sektor Adipala," katanya.
Ketika hujan mulai reda, dia bersama masyarakat setempat kembali ke vihara untuk memastikan apakah ada orang yang berteduh di tempat itu atau tidak.
Setelah dipastikan tidak ada orang di vihara tersebut, masyarakat sepakat untuk melakukan kerja bakti pada Sabtu pagi guna menyingkirkan material longsoran.
"Tadi pagi, polisi juga telah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara, red.)," katanya.
Hingga Sabtu malam, sebagian material longsoran masih terlihat menutupi bangunan vihara tersebut.
Seperti diwartakan sebelumnya, angin kencang yang disertai hujan lebat dan petir melanda Cilacap pada hari Jumat (22/2) pukul 20.10 WIB hingga 20.40 WIB.
Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo memprakirakan angin kencang tersebut sebagai dampak dari menguatnya daerah pusat tekanan rendah di Samudra Hindia barat daya Jawa.
Sementara itu, Kepala Lakhar BPBD Cilacap Wasi Ariyadi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca yang tidak menentu diprakirakan masih akan berlangsung hingga bulan Maret.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
