
Pendaki Merapi Meningkat

Jumlah pendaki ke Merapi hingga Sabtu, sekitar pukul 17.00 WIB terus berdatangan dan diperkirakan mencapai seratusan lebih atau meningkat dibanding pekan sebelumnya hanya sekitar 75 orang, kata anggota Tim SAR "Barameru" Desa Lencoh, Samsuri, di Boyolali, Sabtu.
Para pendaki datang dari berbagai daerah antara lain, Solo, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan Surabaya. Mereka setibanya di base cam Plalangan mendaftarkan identitasnya sebelum memulai pendakian.
Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah pendaki tersebut puncaknya diperkirakan pada malam Tahun Baru 2013 atau Senin (31/12) malam diperkirakan hingga ratusan orang.
"Jumlah pendaki pada malam Tahun Baru sebelum mencapai 500 orang. Mereka menyambut datangnya Tahun Baru di puncak Merapi," katanya.
Kendati demikian, pihaknya mengimbau para pendaki sebelum melakukan pendakian mempersiapkan perbekalan dan perlengkapan yang cukup selama musim hujan saat ini.
"Pendaki membawa bekal cukup, tenda, jaket tebal, dan jas hujan untuk antisipasi kondisi cuaca di puncak," katanya.
Menurut dia, jika terjadi kabut di puncak dan hujan badai, pihaknya meminta pendaki untuk berhenti pendakian karena hal itu bisa menyesatkan atau salah jalan.
"Kabut tebal jalan pendakian tidak kelihatan, maka pendaki lebih baik berlindung di tenda dan jangan melakukan aktivitas," katanya.
Hal tersebut sempat terjadi terhadap dua mahasiswa asal Yogyakarta yang tersesat dan kehabisan perbekalan sehingga kondisi mereka lemas saat ditemukan SAR.
Namun, dua pendaki tersebut berhasil diselamatkan dan dievakuasi dari puncak Merapi.
"Dua mahasiswa itu, badan lemas kedinginan di sebelah barat Watu Gajah atau sekitar empat kilometer dari base camp Plalangan. korban ditemukan di pos dua itu, sekitar satu km menuju puncak Merapi," katanya.
Komandan SAR Boyolali, Fajar Eka Prasetya juga mengimbau kepada para pendaki agar lebih waspada jika hendak melakukan pendakian ke Merapi. Jika cuaca tidak mendukung lebih baik menunda pendakian.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
