Logo Header Antaranews Jateng

Pasien DBD di Semarang Mulai Meningkat

Selasa, 18 Desember 2012 18:43 WIB
Image Print
ilustrasi nyamuk

Menurut Kepala Humas RS Roemani Semarang Mardliyah di Semarang, Selasa, pasien DBD yang dirawat inap dalam tiga bulan terakhir terus mengalami peningkatan, terutama akhir-akhir ini seiring datangnya musim hujan.

"Terhitung dalam tiga bulan terakhir ini, dari semula hanya sekitar 21-25 pasien DBD/bulan yang dirawat inap, sekarang mencapai 30-40 pasien DBD. Kategor usianya mulai anak-anak hingga dewasa," katanya.

Bahkan, kata dia, pasien DBD yang dirawat inap hari ini (18/12) sebanyak enam orang, tetapi untungnya kebanyakan pasien DBD yang masuk ke RS Roemani Semarang dan menjalani rawat inap masih berada pada stadium awal.

Ia menyebutkan 70 persen pasien DBD yang masuk masih pada stasiun awal, sementara sisanya pada stasiun tengah, sehingga membuktikan bahwa kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat tentang penyakit DBD kian tinggi.

Karena kesadaran masyarakat segera membawa anggota keluarganya yang mengalami gejala DBD, seperti panas tinggi sudah semakin baik, kata dia, penanganan terhadap pasien juga bisa dilakukan secara lebih maksimal.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ia mengatakan hampir setiap menjelang akhir tahun selalu mengalami lonjakan penderita DBD sehingga RS Roemani Semarang telah melakukan persiapan secara dini.

Kebanyakan pasien DBD yang masuk dan dirawat inap di RS Roemani Semarang berasal dari dalam kota, ungkap dia, tetapi ada beberapa pasien yang datang dari luar Kota Semarang, seperti Purwodadi (Grobogan).

Meski kesiapsiagaan masyarakat terhadap gejala DBD sudah kian baik, seperti segera membawa penderita ke layanan kesehatan, ia mengharapkan masyarakat bisa bersikap pro-aktif mencegah penyebaran penyakit DBD.

"Langkah yang harus dilakukan adalah gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), yakni menguras tempat penampungan air, mengubur barang tak terpakai, dan menutup tempat yang memungkinkan nyamuk bersarang," katanya.

Selain penyakit DBD, Mardliyah mengatakan penyakit lain yang perlu diwaspadai selama musim hujan adalah diare, salah satunya dibuktikan dengan peningkatan jumlah pasien diare yang dirawat inap mencapai 10-20 persen.

Senada dengan itu, Kepala Humas RS Telogorejo Semarang Nana Noviada juga mengakui terjadinya peningkatan pasien DBD yang dirawat inap di RS tersebut beberapa bulan terakhir, terutama sejak awal Januari 2012.

"Pasien DBD yang dirawat inap hari ini (18/12) sebanyak 10 orang, terdiri atas lima pasien anak-anak dan lima pasien dewasa. Biasanya, tidak sampai sebanyak itu pasien DBD yang dirawat inap," katanya.

Karena itu, Nana mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gejala DBD, khususnya demam tinggi yang harus segera dibawa ke RS, dan perlu diingat penyakit DBD tidak hanya menyerang anak-anak, melainkan juga orang dewasa.



Pewarta:
Editor: hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026