
KAI Semarang Waspadai 63 Titik Rawan Banjir
Sabtu, 8 Desember 2012 18:03 WIB

"Titik rawan banjir itu, di antaranya lintas Stasiun Jerakah-Mangkang (lima titik) dan Stasiun Mangkang-Kaliwungu (enam titik)," kata Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Surono di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu.
Menurut dia, salah satu upaya untuk mengatasi banjir adalah peninggian jalur KA, antara lain dilakukan di lintasan antara Stasiun Tawang-Alastuo, Semarang, tepatnya di KM 2+850 hingga KA 4+200.
Ia mengakui jalur yang berada di kawasan Kaligawe Semarang itu selama ini menjadi "langganan" banjir sehingga membuat KA yang melintas di jalur itu harus mengurangi kecepatan dan ekstra berhati-hati.
"Kami pantau terakhir, pada Rabu (5/12) jalur rel di lintasan itu terendam air hingga setinggi tujuh cm di atas kop rel sehingga KA yang melewati jalur itu terpaksa harus mengurangi kecepatan," katanya.
Jika ketinggian air sampai mencapai 10 cm di atas kop rel, kata dia, dipastikan tidak akan bisa dilewati oleh KA karena akan membahayakan traksi motor lokomotif yang terpasang di bagian bawah KA.
Menurut dia, pengerjaan peninggian jalur KA di lintasan itu sudah dimulai pada Jumat (7/12) lalu dan ditargetkan akan rampung dalam waktu 15 hari ke depan sehingga perjalanan KA menjadi lebih aman dan nyaman.
"Jalur rel di lokasi tersebut kami angkat setinggi 20 cm dengan penambahan 1200 meter kubik kricak (kerikil). Kami berharap langkah peninggian jalur itu bisa mengurangi potensi gangguan banjir," katanya.
Berkaitan dengan pengerjaan proyek peninggian jalur KA di lintas Stasiun Tawang-Alastua di kawasan Kaligawe Semarang itu, ia memastikan tidak akan mengganggu perjalanan KA yang melewati jalur tersebut.
"Pengerjaan peninggian jalur KA itu dilakukan secara bertahap dan di sela-sela waktu perjalanan KA melintasi jalur tersebut. Jadi, tidak berpengaruh banyak terhadap kelancaran perjalanan KA," katanya.
Antisipasi banjir dilakukan pula dengan emnormalisasi saluran drainase yang ada di sepanjang sisi jalur KA, seperti mengeruk sedimen dan sampah yang menyumabt saluran agar tidak mengakibatkan banjir.
"Intensitas pemeriksaan jalur rel antarstasiun juga ditingkatkan. Kalau semula hanya dua kali sehari, menjadi empat kali sehari, dan ditempatkan petugas khusus di titik rawan banjir, longsor, dan ambles," kata Surono.
Selain 63 titik rawan banjir, PT KAI Daops IV Semarang juga memetakan sebanyak 48 titik rawan longsor yang terbanyak berada di petak Krengseng-Plabuan, Batang, dan 46 titik tanah labil yang berpotensi ambles.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
