
100.000 Pegawai Usaha Bakso Terancam Menganggur

"Saat ini setidaknya ada sekitar 30 ribu pengusaha bakso di Jateng, dan 40 persen di antaranya adalah pedagang bakso secara keliling," kata Ketua Apmiso Jateng Lasiman di Semarang, Selasa.
Pemilik Warung Bakso "Punakawan Petruk" itu memperkirakan setiap pengusaha bakso memiliki minimal enam karyawan untuk membantu operasional usaha sehingga ada lebih dari 100 ribu karyawan usaha bakso.
Namun, kata dia, melonjaknya harga daging sapi di pasaran belakangan ini yang sudah mencapai Rp82.000/kilogram membuat para pengusaha dan pedagang bakso "menjerit" dan kewalahan memenuhi kebutuhan bahan baku.
"Harga daging sapi biasanya hanya Rp65 ribu/kg, kalau naik paling hanya sampai Rp70-75 ribu/kg. Sekarang saya beli sudah Rp82.000/kg, itu pun harga langganan. Kalau masyarakat umum mungkin sampai Rp85 ribu/kg," katanya.
Menurut dia, melonjaknya harga daging sapi itu membuat para pengusaha bakso merugi, dan kemungkinan terburuk melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawannya karena sudah tidak kuat menggaji mereka.
Kalau mengurangi bobot daging untuk bakso, kata dia, kemungkinan tidak akan ditempuh pengusaha bakso karena berkaitan dengan kualitas, dan penurunan kualitas bakso tentu akan membuat pelanggan menjauh.
"Sekarang ini harga bakso rata-rata sekitar Rp7.000/mangkok dengan hitungan harga daging normal. Kalau harga daging sudah Rp82 ribu tentu pedagang merugi," kata Lasiman yang mempekerjakan tujuh karyawan itu.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
